Untuk memastikan layanan ambulans tetap optimal selama libur, manajemen rumah sakit juga melakukan penyesuaian SDM. Dua sopir ambulans beragama Muslim direkrut khusus pada bulan Desember guna mengantisipasi kebutuhan pelayanan lintas hari raya.
“Ambulans harus standby, termasuk sopirnya. Karena itu, kami pastikan dari sisi SDM dan kendaraan benar-benar siap, baik untuk pelayanan maupun rujukan,” jelasnya.
Dari sisi medis, RSUD Yowari telah menggelar sejumlah rapat bersama Komite Medik, kepala ruangan, serta unit penunjang seperti keamanan dan cleaning service. Langkah ini dilakukan untuk memastikan sistem jadwal jaga dan on-call dokter berjalan maksimal selama 24 jam.
“Dokter-dokter spesialis kami sudah menyatakan siap siaga. Bahkan ada dokter yang membatalkan cutinya demi memastikan pelayanan tetap berjalan. Dokter spesialis radiologi, kandungan, hingga layanan lainnya telah masuk dalam daftar jaga,” ungkap Maryen.
Pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan lonjakan pasien biasanya terjadi pada tanggal 25–26 Desember serta malam pergantian tahun, terutama akibat kecelakaan lalu lintas. Hal ini menjadi perhatian khusus dalam penyusunan jadwal jaga tenaga medis.
“IGD menjadi pintu utama pelayanan saat libur karena banyak layanan lain tutup. Kami sudah mengantisipasi potensi antrean panjang dan lonjakan pasien,” katanya.
Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…
Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…
Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…
Banyak sekali kebun yang dibuat oleh warga. Lokasi yang harusnya ditumbuhi pepohonan besar tiba-tiba berubah…
Gubernur Papua Pegunungan, Dr (HC) John Tabo,S.E.,M.B.A, mengatakan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Provinsi Papua…