

Kondisi saluran air di bagian depan Pasar Pharaa Sentani sudah tertutup sampah sehingga tidak berfungsi lagi. Foto ini diambil, Kamis (17/6). ( FOTO: Robert Mboik Cepos)
SENTANI-Buruknya manajemen penataan dan pengelolaan Pasar Pharaa Sentani, ditambah rendahnya kesadaran masyarakat untuk berperilaku hidup tertib dan taat aturan, menimbulkan kesan bahwa Pasar Pharaa Sentani sangat minim perhatian dari pemerintah.
Anggota Komisi B DPRD Jayapura, Clief Ohee mengatakan, ada baiknya penataan dan pengelolaan pasar itu tidak lagi diambil alih Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan, tapi dikerjasamakan dengan pihak ketiga yang dinilai layak dan mampu mengelola pasar itu.
“Pendapat kami, pasar itu ke depan tidak lagi dikelola oleh pemerintah daerah, sebaiknya dikelola pihak ketiga,” kata Clief Ohee kepada wartawan di Sentani, Kamis (17/6).
Ketika pihak ketiga yang kelola pasar itu maka pasti akan dilakukan dengan baik. Karena mereka tidak hanya mengejar keuntungan, tapi juga dari sisi penataannya pasti dilakukan dengan baik pula.
“Dari sisi manajemennya, dari sisi pengaturannya, itu lebih profesional,” ujarnya.
Lanjut dia, pemerintah selama ini hanya melakukan pengawasan, tapi mereka tidak mengurus hal teknis. Sampai saat ini penataan dan pengelolaan pasar itu boleh dikatakan sangat buruk. Di mana-mana masih ada sampah yang menumpuk.
“Kalau kita melihat secara holistik, secara keseluruhan memang itu bagian dari manajemen yang buruk. Sehingga kalau kita pihak ketigakan mata pihak ketiga itu kan sudah punya planning,” ujarnya.
Mulai dari program kerjanya dan rencana pendekatannya seperti apa dan tentunya itu akan disampaikan kepada pemerintah dalam bentuk proposal sehingga itu bisa diseleksi.
Dari situ pemerintah akan menilai apabila ada pihak ketiga yang punya kompetensi baik dan dianggap mampu, barulah diberikan kewenangan untuk menata dan mengelola pasar itu.
“Saya menyarankan supaya itu bisa dikelola oleh pihak ketiga,”pungkasnya.(roy/tho)
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…
Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…
Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…
Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…
Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…