Categories: SENTANI

Kasus HIV/AIDS Terus Bertambah Di kabupaten Jayapura

SENTANI – Terkait dengan tingginya lonjakan kasus HIV/AIDS disejumlah daerah, begitu juga Kabupaten Jayapura, Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura mencatat adanya pertambahan kasus setiap tahunnya.

Seperti yang diungkapkan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Edward Sihotang, penambahan kasus HIV/AIDS ditahun 2023 -2024 ada kenaikan.

“Dari data yang kami kumpulkan, tahun 2023 jumlah kasus positif dalam 1 tahuns sebanyak 594 orang dan hanya 65 % yang minum obat dengan teratur, sedangkan ditahun  2024  tercatat jumlah kasus 643 orang, ” katanya kepada Cenderawasih Pos, Senin (17/2) kemarin.

Diakuinya, untuk penanganan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Jayapura perlu mendapat perhatian khusus, pasalnya masih banyak msyarakat diluar sana yang belum dapat melakukan pemeriksaan HIV/AIDS.

Untuk diketahui HIV/AIDS merupakan fenomenal gunung es yang belum terdeteksi, masyarakat yang terdeteksi hanya sebagian kecil, sementara sebagai besar lainnya masih tersembunyi.

Sebelumnya, Asisten I Bidang Pemerintah Sekretariat Daerah Kabupaten Jayapura, Elvina Situmorang, juga mengungkapkan adanya informasi yang diterima dari masyarakat mengenai meningkatnya kasus HIV/AIDS di Kabupaten Jayapura dikarenakan tutupnya tanjung elmo atau tempat lokalisasi di Kabupaten Jayapura.

“Namun menurutnya, hal ini belum bisa membuktikan apa-apa, karena harus diteliti terlebih dahulu, apakah tutupnya Tanjung Elmo berdampak pada tingginya kasus HIV/AIDS di Kabupaten Jayapura, ” jelasnya.

  Untuk diketahui, Kabupaten Jayapura pernah memiliki satu tempat lokalisasi yakni Tanjung Elmo Sentani, namun ditutup oleh pemerintah pada 17 Agustus 2015, dan sebanyak ratusan Pekerja Seks Komersil (PSK) dipulangkan kedaerahnya masing-masing.

  Sejak adanya Tanjung Elmo, pemeriksaan HIV/AIDS masih dapatkan pemeriksaan rutin bagi setiap pekerja dan masyarakat, namun semenjak tutupnya lokasi tersebut banyak aksi-aksi lokasi yang dilakukan secara diam-diam.

  Bahkan dengan adanya pengembangan teknologi, masyarakat yang tidak bertanggung jawab juga memanfaatkan aplikasi tersebut untuk melancarkan aksi prostitusi secara online, hal ini yang sulit menjadi kintrol pemerintah terhadap penyebaran kasus HIV/AIDS. (ana)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Atasi Ketimpangan Layanan Medis, Dokter dan Perawat Papua Harus Perkuat Skill

Papua Surgical Update (PSU) 2026 ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari dokter spesialis,…

22 hours ago

Pasca Penertiban, Pemkot Didesak Data Ulang Pedagang

Pares menyatakan, Komisi C secara penuh mendukung langkah tegas Pemkot Jayapura dalam menertibkan area pasar.…

1 day ago

Terindikasi Melanggar, Ribuan Barcode BBM Bersubsidi Diblokir

   Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua dan Maluku Ispiani…

1 day ago

Pemilihan Rektor Uncen Jadi Agenda Prioritas

   Untuk memastikan roda organisasi dan pelayanan akademik tidak terhenti, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan…

1 day ago

Gubernur: Layanan Pertanahan Harus Menjangkau Pelosok!

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mendorong pelayanan pertanahan dapat menjangkau masyarakat hingga wilayah pelosok melalui…

1 day ago

Manfaatkan Dana Kampung untuk Kembangkan Potensi Lokal

  Abisai menilai, kearifan lokal dan berbagai potensi yang dimiliki setiap kampung merupakan kekayaan yang…

1 day ago