

Bupati dan Wakil Bupati saat meninjau langsung lokasi tambang di Muara Kali Jaifuri, Jumat (10/4) lalu. (foto:Kominfo for Cepos)
SENTANI – Bupati Jayapura, Yunus Wonda, mengaku tidak mengetahui adanya aktivitas tambang di muara Kali Jaifuri sebelum dilakukan pembersihan sampah dan sedimen di lokasi tersebut.
Menurutnya, keberadaan tambang baru terungkap setelah pemerintah bersama masyarakat melakukan kerja bakti di kawasan muara. “Kalau tidak dilakukan pembersihan, mungkin kami tidak akan tahu ada aktivitas tambang di situ,” ujarnya.
Ia menegaskan, selama ini pemerintah daerah tidak pernah menerima laporan terkait operasional tambang di wilayah tersebut. Namun, pihaknya tidak akan melarang aktivitas tersebut selama mendapat persetujuan dari masyarakat adat.
“Selama masyarakat adat mengizinkan, kami pemerintah tidak akan melarang. Yang penting alamnya harus dijaga,” tegasnya.
Bupati menjelaskan, kewenangan perizinan tambang berada di tingkat provinsi. Meski demikian, ia berharap setiap aktivitas tambang di wilayah Kabupaten Jayapura tetap dilaporkan kepada pemerintah daerah agar dapat diketahui secara resmi.
“Minimal kami tahu lokasi tambang di mana saja, sehingga ketika ditanya oleh gubernur kami bisa menjelaskan,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar aktivitas pertambangan tidak merusak lingkungan, khususnya tidak mempersempit aliran Kali Jaifuri yang dapat berdampak pada masyarakat di sekitar.
Menurutnya, jika tidak dikendalikan, aktivitas tambang berpotensi berkembang semakin besar dan menimbulkan kerusakan lingkungan, termasuk pada kawasan hutan.
Page: 1 2
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…