

Penandatanganan Komitmen mendukung pencapaian 100 persen kampung bebas BABS di Kabupaten Jayapura yang juga dilakukan Petugas Puskesmas di Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, disela-sela acara Raker Dinkes Kabupaten Jayapura tahun 2023, di halaman Kantor Dinkes Kabupaten Jayapura, Kamis (9/11) lalu. (foto:Priyadi/Cepos)
SENTANI-Dari 139 Kampung di Kabupaten Jayapura yang sudah stop melakukan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) baru 52 persen, sisanya 48 persen masyarakat masih BABS. Persentase ini cukup tinggi dan perlu ada kesadaran masyarakat untuk tidak BABS.
Untuk itu, dalam komitmen menuntaskan semua kampung di Kabupaten Jayapura stop BABS, telah dilakukan penandatanganan komitmen bersama dalam mendukung pencapaian 100 persen kampung stop BABS oleh Dinkes Kabupaten Jayapura, melalui petugas kesehatan di Puskemas Kabupaten Jayapura, dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat.
Penandatanganan komitmen bersama telah dilakukan di halaman Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, disela-sela kegiatan Rapat Kerja Dinkes Kabupaten Jayapura, Kamis (10/11) lalu.
“Memang di Kabupaten Jayapura masih ada masyarakat kampung yang melakukan BABS, sehingga Dinkes Kabupaten Jayapura berupaya mengajak masyarakat di kampung dan tahun 2024 sudah 100 persen stop BABS. Kita telah melakukan penandatanganan komitmen yang dilakukan para petugas kesehatan di Puskesmas Kabupaten Jayapura,”ungkapnya.
Page: 1 2
Dalam perjalanan, mesin speedboat mengalami gangguan dan mati mendadak sehingga perahu kehilangan kendali dan terbalik.…
Meski secara umum BPK menyimpulkan bahwa pengelolaan belanja daerah Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten…
"Walhi juga menemukan citra satelite penambangan emas ilegal yang semakin masif ditunjukan dengan banyaknya warna…
Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga menemukan seorang ibu hamil berinisial BS, 29, yang tinggal di…
Data yang diduga bocor mencakup nama pengguna, alamat, nomor telepon, hingga email, dan disebarkan di…
Pernyataan tersebut merespons ramainya ide netizen mengenai gagasan masyarakat ‘membeli’ hutan, yang mencuat setelah banjir…