Sosialisasi stop BABS secara masif terus dilakukan Dinkes Kabupaten Jayapura. Selain itu, untuk memudahkan masyarakat kampung bisa BAB di jamban, maka dinas lain seperti Dinas PUPR bisa membuat jamban dan septic tank secara komunal.”Intinya kami siap mendukung 100 persen Kampung di Kabupaten Jayapura pada tahun 2024 sudah bebas BABS,”tandasnya.
Diakuinya, jika masyarakat kampung masih melakukan BABS maka akan memperbesar risiko yang menghambat pertumbuhan fisik anak-anak. Untuk menekan angka kematian akibat diare, semua pihak harus sadar dan segera membuat sanitasi, termasuk toilet/jamban yang sehat.(dil/ary)
Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
BPS Provinsi Papua, Emi Puspitarini, di Jayapura, Senin, mengatakan komoditas kayu masih menjadi penyumbang terbesar…
Ia menjelaskan bahwa kawasan hutan bakau di Jayapura, khususnya di wilayah Hamadi hingga Holtekamp, memiliki…
Ujian ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, dimulai sejak, Senin 4 Mei hingga Kamis, 7…
Menurutnya, kelulusan merupakan awal dari harapan baru bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang…
Kericuhanpun tak terhindarkan, aparat harus menghindari lemparan batu sambil melepas tembakan gas air mata. Dari…
Bupati Gusbager menyatakan bahwa penyelesaian administrasi ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mengamankan aset daerah…