Categories: SENTANI

Sekolah Dukung Larangan Anak Miliki Akun Media Sosial

SENTANI – Kebijakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang melarang anak di bawah usia 16 tahun memiliki akun media sosial mulai 28 Maret 2026 mendapat dukungan dari pihak sekolah.

Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 yang mewajibkan platform seperti YouTube, TikTok, Facebook, Instagram, dan Roblox memblokir pengguna di bawah 16 tahun guna melindungi anak dari konten negatif, seperti pornografi, cyberbullying, dan kecanduan digital.

Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Sentani, Murni, mengatakan pihak sekolah sejak lama telah menerapkan aturan larangan membawa telepon genggam (HP) bagi siswa selama proses pembelajaran berlangsung.

Menurutnya, penggunaan HP di sekolah hanya diperbolehkan dalam kondisi tertentu, seperti saat pelaksanaan ujian berbasis online apabila fasilitas komputer sekolah tidak mencukupi.

“Kalau kami di sekolah memang sudah lama melarang siswa membawa HP. HP hanya boleh digunakan saat dibutuhkan, misalnya saat ujian online. Kalau fasilitas komputer di laboratorium tidak memadai, barulah siswa diminta membawa HP,” ujarnya, Selasa (10/3).

Ia menjelaskan, saat ini sekolah lebih mengutamakan penggunaan laboratorium komputer dalam pelaksanaan ujian seperti Penilaian Tengah Semester (PTS) maupun Tes Kompetensi Akademik (TKA), sehingga siswa tidak perlu menggunakan telepon genggam.

Selain itu, pihak sekolah juga mendorong siswa untuk lebih banyak belajar melalui buku pelajaran dan bahan bacaan yang telah disiapkan guru, agar tidak hanya mengandalkan informasi dari internet.

“Kalau semua langsung diambil dari internet, kadang anak-anak hanya menerima informasi mentah. Tapi kalau dari guru dan buku pelajaran, ada proses belajar yang lebih baik,” katanya.

Murni menilai kebijakan pemerintah membatasi penggunaan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun merupakan langkah positif yang patut didukung oleh sekolah maupun orang tua.

“Kami sangat mendukung kebijakan ini, apalagi untuk anak-anak yang usianya masih di bawah 16 tahun. Banyak hal negatif yang bisa terjadi dari penggunaan HP dan media sosial jika tidak diawasi dengan baik,” tambahnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Kendalikan Inflasi, Gubernur Instruksikan Enam Langkah

Enam langkah itu meliputi pelaksanaan operasi pasar murah secara berkala untuk menjaga keterjangkauan harga, inspeksi…

10 hours ago

Wali Kota Terima Aspirasi 314 K2 Asli Port Numbay

Pertemuan berlangsung penuh harapan dan suasana emosional, karena para tenaga K2 asli Port Numbay merasa…

11 hours ago

Komnas HAM Tolak Draft RUU HAM

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan penolakan tegas terhadap draft Rancangan Undang-Undang Hak…

12 hours ago

Warga Tak Perlu Lagi Bolak-Balik ke Pengadilan Untuk Sidang Adminitrasi Kependudukan

Terobosan baru yang dihadirkan Pemerintah Kota Jayapura melalui Disdukcapil bekerja sama dengan Pengadilan Negeri (PN)…

13 hours ago

Bentuk Staf Khusus Adat, Wali Kota Libatkan Para Ondoafi

Menurut Abisai Rollo, keberadaan para Ondoafi memiliki posisi yang sangat penting karena mereka merupakan pemilik…

14 hours ago

OAP Harus Jadi Pusat Utama Pembangunan

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari besarnya proyek nasional maupun investasi yang masuk,…

15 hours ago