

Pemeriksaan kesehatan ibu hamil yang dilakukan di Puskesmas Sentani, Rabu (4/2) lalu. (foto:Yohana/Cepos
SENTANI – Puskesmas Sentani mengakui masih terdapat kasus kematian ibu dan bayi hingga akhir tahun 2025 lalu di wilayah kerjanya. Kepala Puskesmas Sentani, dr. H. Farid Yusuf, menjelaskan bahwa berdasarkan data hingga akhir 2025 tercatat sebanyak 23 bayi meninggal dunia serta empat ibu hamil meninggal dunia.
“Faktor terbesar penyebab kematian ibu dan bayi adalah anemia. Selain itu juga dipengaruhi oleh malaria serta kurangnya pemahaman tentang gizi pada ibu hamil,” kata Farid, Kamis (5/1).
Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil skrining yang dilakukan terhadap ibu hamil di Kabupaten Jayapura, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Sentani, ditemukan sejumlah kasus penyakit menular yang cukup memprihatinkan.
“Dari 1.207 ibu hamil yang menjalani skrining, terdapat 30 ibu hamil yang menderita malaria, 18 kasus HIV, dan 70 kasus sifilis,” jelasnya.
Farid menyebutkan, dari data tersebut, kasus terbanyak adalah ibu hamil yang terinfeksi sifilis. Angka tersebut merupakan data tahun 2025 dan mengalami peningkatan sekitar 5 hingga 10 persen dibandingkan periode sebelumnya.
“Kasus sifilis pada ibu hamil menjadi yang paling tinggi, dan ini perlu menjadi perhatian serius,” terangnya.
Page: 1 2
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Polres Jayawijaya Iptu Marcelino H. Rumambi, S.H., M.H., mengatakan pihaknya…
Kasat Narkoba Polres Keerom AKP Rony Romy Samori menjelaskan, barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari…
Badan Gizi Nasional (BGN) resmi meluncurkan 13 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung pelaksanaan…
Tim yang diturunkan ke Wamena saat ini dari Menko Polhukam, BNPB, Danrem 172/ PWY, PLN…
Kepala BPS Jayawijaya Arther Purmiasa menyatakan Pada Bulan September 2026, terjadi inflasi sebesar 3,28 persen…
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boven Digoel Adolof Andatu, Amd, Kep, SKM. ketika dikonfirmasi media ini…