

Kapolres AKBP Umar Nasatekay didampingi Kabag Ops Polres Jayapura, Kompol Septen Parlindungan Sianturi, S.H., (foto:Priyadi/Cepos)
SENTANI -Dalam pengamanan Pilkada Kabupaten Jayapura, tidak ada backup personel yang didatangkan dari luar Kabupaten Jayapura. Hal ini dikatakan Kapolres Jayapura AKBP Umar Nasatekay.
“Untuk pengamanan selama Pilkada Kabupaten Jayapura, kita mengoptimalkan personel di jajaran Polres Jayapura saja. Tidak ada didatangkan atau dibackup dari luar, kita nanti persiapkan personel di semua TPS kurang lebih 500 orang personel, baik yang tertutup maupun yang terbuka, “ungkapnya saat menghadiri acara doa lintas agama oleh Pemkab Jayapura di rumah Dinas Bupati Jayapura, Senin (2/9) lalu.
Kapolres Jayapura menjelaskan, dengan jumlah personel tersebut, diharapkan sudah bisa membantu dalam hal pengamanan pada saat dilakukan pencoblosan maupun tahapan lainnya.
Dalam upaya menjaga Kamtibmas selama pelaksanaan Pilkada Kabupaten Jayapura, hal utama yang dilakukan jajaran Polres Jayapura yakni melakukan patroli rutin, turun di tengah- tengah masyarakat hingga ke kampung- kampung dengan memberikan edukasi dan sosialisasi, untuk mewujudkan Pilkada damai.
“Kami juga rutin melakukan pertemuan dengan semua tokoh yang ada di Kabupaten Jayapura, baik tokoh adat, tokoh agama, Ondofolo, tokoh pemuda, tokoh perempuan maupun Ormas di Kabupaten Jayapura,”ucapnya.
Lanjutnya, hal ini dilakukan supaya ada komunikasi, kerjasama yang baik. Jika ada saran, masukan dan kendala yang dialami masing- masing tokoh saat pertemuan, bisa dicarikan solusi jalan keluar bersama, karena tugas mengawal pesta demokrasi agar berjalan dengan tertib, aman dan lancar serta Kamtibmas terjaga dengan baikmerupakan ini tugas bersama, tidak hanya tugasnya pihak keamanan semata.
Kapolres juga menegaskan, nantinya jika sudah dilakukan penetapan Paslon Pilkada Kabupaten Jayapura serta tahapan kampanye, semua pihak harus komitmen bersama untuk tetap menjaga Kamtibmas tidak boleh membuat black campaign, menjalankan politik identitas, menyebar berita hoax, memainkan isu Sara. Semua relawan, simpatisan tim pendukung Paslon harus menjaga etika dan dewasa dalam berpolitik.(dil/ary)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
“Pada Minggu, 17 Mei 2026, di halaman Gereja St. Paulus Nabuni Mbamogo, Paroki Bilogai, telah…
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito mengatakan, dari total 41 orang yang diamankan,…
Gubernur Papua Pegunungan memastikan telah membuat laporan polisi ke Polres Jayawijaya atas informasi hoaks yang…
Jalannya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah dasar (SD) di Kampung Wumuka, Distrik Mimika Barat…
Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah turun gunung ke Kabupaten Mimika untuk menjaring aspirasi…
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama seksi infrastruktur melakukan peninjauan pembangunan akses jalan,…