Categories: SENTANI

SMPN 1 Sentani Terima Peserta Didik Baru Secara Offline

SENTANI – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang dilakukan SMPN 1 Sentani, Kabupaten Jayapura, dilakukan secara offline, dimana orang tua mengambil nomor antrian pendaftaran langsung ke sekolah.

SMPN 1 Sentani tidak melakukan PPDB secara online untuk membantu orang tua yang tidak memiliki handphone android atau tidak tahu caranya mendaftar secara online.  Pernah dilakukan PPDB online namun banyak keluhan dari orang tua tidak bisa caranya dalam mendaftar secara online.

Kepala SMPN 1 Sentani, Kabupaten Jayapura melalui Ketua PPDB SMPN 1 Sentani, Ratna Irivianty mengatakan, PPDB di SMP Negeri 1 Sentani dilakukan secara offline dengan  mengambil nomor antrian formulir pendaftaran yang dibuka selama dua hari dari Hari Senin hingga Selasa (2/7) lalu, setelah itu dilakukan tes baca tulis, dilihat nilai dari raport jumlah rata nilai di rapot dan nilai SKHU, serta dilihat dari zonasi calon peserta didik berdomisili, termasuk penerapan Afirmasi bagi OAP dan orang tua yang tidak mampu, prestasi serta indikator lain,  sekalian dalam pengambilan berkas saat pendaftaran.

“Untuk kuota penerimaan sebenarnya kita hanya 300 peserta didik saja atau 9 rombongan belajar (Rombel).  Banyak yang mendaftar dan ada keluhan dari orang tua maka ada penambahan kuota menjadi 320 orang peserta didik, walaupun yang mendaftar mencapai 422 orang dan ini akan diseleksi secara adil serta transparan,”ungkapnya, Rabu (3/7) kemarin disela sela penggembalian berkas formulir pendaftaran bagi calon peserta didik di SMPN 1 Sentani.

Lanjutnya, nanti pada hari ini, Kamis (4/7) ini, pihak sekolah akan mengumumkan siapa saja calon peserta didik di SMPN 1 Sentani yang lulus SMPN 1 Sentani lalu mengikuti persyaratan selanjutnya.

“Kami mengimbau orang tua peserta didik yang anaknya sudah didaftarkan secara off line di SMPN 1 Sentani, untuk mengikuti aturan yang ada, dimana jumlah PPDB hanya 320 orang. Jika nanti belum ada yang masuk diterima karena kapasitas sekolah yang tidak mungkinkan, tentu dimohon pengertian dan kerjasamanya untuk tidak sampai anarkis dan tetap legowo, karena masih ada sekolah lain dan dalam PPDB ini tentu sudah ada aturan,”tandasnya.(dil/ary)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Terbukti Lakukan Pungutan, Kepsek Terancam Dicopot

Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada pihak sekolah yang…

2 days ago

Wali Kota Salurkan Bantuan untuk 44 UMKM dan OAP Kurang Mampu

   Wali Kota juga meminta Dinas Sosial Kota Jayapura untuk terus melakukan pemantauan terhadap seluruh…

2 days ago

Sempat Tegang, Eksekusi Lahan Bukit Jokowi Batal

   Ia menegaskan bahwa eksekusi tidak dapat dilaksanakan apabila lokasi dan luas tanah yang dimaksud…

2 days ago

Pengembangan Pariwisata Harus Angkat Kearifan Lokal

   Menurut Abisai, kekayaan budaya, adat istiadat, serta tradisi masyarakat adat yang masih terjaga hingga…

2 days ago

Komisi IV Sayangkan Aset Terbuang Percuma

Menurut Albert, peristiwa tersebut merupakan bentuk kelalaian yang mengakibatkan kerugian bagi daerah. "Aset ini dibeli…

2 days ago

Akui Peredaran Narkoba Masih Tinggi

Menurut Aflian, keberhasilan pemberantasan narkotika tidak dapat dilakukan oleh aparat kepolisian semata. Dukungan dan partisipasi…

2 days ago