Categories: BIAK

Ada Dugaan Limbah Bahan Bakar Ganggu Kenyamanan di Pantai Wisata Kampung Samau

BIAK-Pantai Samau yang terletak di Kampung Samau, Kabupaten Biak Numfor, usai gelaran Sail Teluk Cenderawasih telah dinobatkan sebagai Daerah Wisata, oleh Presiden Joko WIdodo, dan disaksikan oleh Kementrian Maritim dan Investasi, dan sejumlah pejabat daerah Forkumpimda di Biak Numfor.

  Lokasi pantai yang terletak di Kelurahan Sorido ini juga tempat berlangsungnya sejumlah kegiatan penting daerah. Sebut saja yang saat ini adalah Festival Biak Munara Wampasi 2024. Hampir seluruh moment dan aktivitas UMKM lokal, terpusat di Pantai ini. Sebelumnya juga digelar Festival Milenial Explosian, dan juga peluncuran tahapan Pilkada, dan sejumlah kegiatan lainnya, yang cukup massive.

  Komunitas-komunitas pecinta lingkungan dan juga komunitas pecinta panorama bawah laut atau scuba diving di Biak juga seringkali beraktivitas disini di Pantai Samau. Memungut sampah-sampah yang terbawa arus, bahkan menyelam dan terus memantau ekosistem bawah laut di pantai itu. Pada Hari Laut Internasional beberapa waktu lalu.

Namun ada indikasi yang harus dilirik pihak-pihak terkait. Meski sudah menjadi Pantai Wisata, namun aktivitas di sekitar pantai Samau, masih ada sejumlah Kapal Pencari Ikan, Kapal Muat Ikan, atau kapal pendukung operasi penangkapan ikan yang berlabuh disana. Tidak jauh dari bibir pantai. Menambatkan kapal mereka.

 Ada indikasi, kapal-kapal ini justru membuat lokasi pantai kurnag estetik lagi. Terlebih suara mesin yang ditimbulkan dari aktivitas memanaskan mesin, kadang mengganggu kenyamanan pengunjung, maupun penyelam.

Bahkan pernah salah satu grup penyelam saat ingin melakukan aktivitas scuba diving, melihat adanya limbah bahan bakar yang mencemari laut. Diduga itu keluar dari kapal-kapal ikan yang berlabuh didepan pantai Samau.

 “Kadang kami temui air laut itu berminyak, kalau seandainya berlabuh jauh dari kawasan pantai wisata ini, agak ke Barat, mungkin itu tidak mengganggu, ini tepat di lokasi wisata, dan masyarakat datang kesini banyak lihat,” ungkap salah satu penggiat olahraga scuba diving di Biak.

  DIa berharap, aktivitas penambatan Kapal-kapal jenis ini, tidak lagi di depan lokasi wisata Pantai Samau. Dinas atau instansi terkait, semestinya kata dia harus mulai mengintervensi hal ini, demi menjaga estetika, dan juga esensi dari fungsi Pantai Wisata Kampung Samau.

  Sekedar informasi di Pantai ini juga terdapat Pelabuhan Samau, atau pelabuhan BMJ yang menjadi tambatan juga untuk Kapal penumpang jenis Kapal Cepat, yang melayani penumpang dari arah Biak-Waropen-Serui Pulang Pergi. ( il).

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Masih Syok! Sulit Lupakan Kenangan Tinggal di Rumah yang Kini Telah Hangus

  Para ibu tampak lebih banyak berbaring dan beristirahat di dalam tenda. Sementara sejumlah bapak…

2 hours ago

Mitos atau Fakta, Terlalu Banyak Makan Kacang Goreng Bisa Menyebabkan Jerawat?

Pada dasarnya, kacang bukan satu-satunya makanan yang dapat dikaitkan dengan munculnya jerawat. Jerawat dipengaruhi oleh…

3 hours ago

Pemerintah Klaim Pengangguran Turun 4,65%

Dalam acara Kick Off Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 Angkatan 4 yang digelar secara hibrida…

4 hours ago

Anggaran Podcast Kemenkop Capai Rp103 Miliar Dipertanyakan

Sorotan tersebut makin menguat lantaran realisasi anggaran tahun 2026 yang sebesar Rp72 miliar dilaporkan baru…

5 hours ago

Malaysia dan Brunei Bawa Kabut Asap Kalimantan ke ASEAN

Malaysia selanjutnya bersiap mengirimkan surat resmi kepada Sekretariat ASEAN. Menteri Luar Negeri Malaysia juga ditugaskan…

6 hours ago

Kepadatan Pengunjung Jadi Tantangan, Sepanjang Jalan rezeki Terus Mengalir

Memang, malam itu, santri asal Bangil, Kabupaten Pasuruan, ini sedang menjalankan tugas untuk membersihkan sampah,…

7 hours ago