Categories: SENTANI

Marinus Yaung Siap Pasang Badan untuk Warga Transmigran Besum

SENTANI-Sebagai keturunan cucu dari Ondoafi Besar Kecemunghamong, Zakarias Wambukomo sebagai pemilik tanah di Kampung Karya Bumi Besum,  Marinus Mesak Yaung mengatakan,  sejak tahun  1974  Ondoafi  Besar Kecemunghamong,  pemilik tanah di Kampung Karya Bumi Besum sudah menyerahkan tanah ini untuk negara dan digunakan untuk para transmigran, dimana gelombang pertama transmigran dari program Presiden Suharto ada di Kampung Karya Bumio Besum dan Ondoafi sudah hidup rukun bersama warga transmigran.

Namun sangat disayangkan, kehidupan yang sudah cukup lama dan damai ini di awal tahun 2024 terjadi peristiwa yang mengagetkan  semua dan menggangu ketentraman,  keharmonisan hidup bersama warga transmigran yang datang di Tanah Ondoafi  dan ini tentu mengusik keharmonisan, karena ada massa dari Kampung Kwansu yang mengusir warga transmigran di Besum.

“Saya sungguh sangat menyesal terjadinya peristiwa 1 Januari 2024 sebagai orang yang punya tanah dan tokoh adat dari tanah ini, saya mau bicara pemilik hak hidup atas tanah ini, kalau soal korban yang meninggal dunia dan keluarga itu sudah ditangani pihak berwajib sedang berproses,”ungkapnya saat ditemui wartawan Cenderawasih Pos, bersama Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus Maclarimboen di Besum, Rabu (3/1) kemarin.

Marinus Yaung menambahkan, kasus ini harusnya diserahkan kembali ke tangan pihak berwajib untuk memproses peristiwa  yang ada unsur kriminal di dalamnya.

Tapi Marinus hanya bicara hak atas tanah in. Ia dan sukunya yang punya tanah ini sehingga berhak menentukan siapa yang harus tinggal di tanahnya dan siapa yang pergi di tanahnya seperti di Besum. Pihaknya sudah menerima warga transmigran dan hidup bersama. Ondoafi besar dan para suku- suku tidak pernah menolak adanya transmigran di tempat ini.Sehingga  kalau ada aspirasi masyarakat Kampung Kwansu yang minta  warga transmigran meninggalkan Besum, maka Marinus menolak hal tersebut.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Perubahan APBD Papua Dikebut, Sejumlah DBH Belum Masuk

  Ia menjelaskan, tambahan DAU tersebut berkaitan dengan kebutuhan belanja kepegawaian yang belum terselesaikan. Di…

21 minutes ago

Tahan Rasa Nyeri di Tulang Belakang, Demi Pulang Bawa Uang Untuk Keluarga

  Di sepanjang jalan utama menuju pelabuhan, sejumlah kendaraan datang silih berganti. Di antara suara…

1 hour ago

Warga Kampung Amunkay Harus Rela Antre Panjang untuk Dapatkan Mitan

Pantauan media ini, antrean panjang didominasi kaum ibu. Di bawah terik matahari,  mereka datang dengan…

2 hours ago

Ada Monopoli Lapak Ilegal hingga Potensi Konflik di Pasar Otonom

   Langkah tegas Pemerintah Kota Jayapura tersebut, menurut Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Jayapura,…

2 hours ago

250 Anak Terlantar di Mimika, Tidak Adanya Rumah Singgah Jadi Kendala

Untuk mendata dan menjangkau ratusan anak tersebut, Dinsos memobilisasi 24 kader yang tersebar di berbagai…

3 hours ago

Langsung Usung Tiga Poin

Kontra Persis Solo di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur menjadi pembuktian dari pelatih baru…

3 hours ago