Categories: SENTANI

Metode Vertikultur Cocok Dikembangkan di Danau Sentani

Koordinator Alat Pertanian Pemkab Jayapura, Adolf Yoku mendampingi petani sayur di sekitar Danau Sentani saat memanen sayur hasil tanam dengan menggunakan metode vertikultur. ( FOTO: Robert Cepos)

SENTANI- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura, melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Kabupaten Jayapura telah menjalankan program pemberdayaan masyarakat di Danau Sentani, salah satunya  melalui program tanaman  sayuran dengan metode vertikultur. 

Program ini bekerja sama dengan, kelompok tani yang ada di sekitar wilayah Danau Sentani di bawah binaan mantan kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Kabupaten Jayapura, Adolf Yoku. 

Kepada wartawan di Sentani, Senin (1/6), Adolf Yoku mengatakan, untuk mengembangkan tanaman pertanian di Danau Sentani, khusus komoditi sayuran sangat cocok dikembangkan dengan metode tanaman vertikultur.

“Karena dia  tidak membutuhkan lahan yang luas dan besar, tetapi hanya membutuhkan papan dan tanah secukupnya,” kata Adolf Yoku.

Bukan tanpa alasan, mengapa metode vertikultur ini sangat cocok dan tepat dikembangkan di Danau Sentani. Pertama karena di beberapa kawasan pemukiman yang lokasinya berada tepat di pinggiran Danau Sentani mempunyai kontur tanah yang tidak terlalu subur untuk pertanian sayur. Sehingga untuk mengatasi masalah ini, bisa dilakukan dengan metode vertikultur dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah masing-masing.

“Dan ini sudah saya kembangkan beberapa tahun lalu.  Sampai  saat ini masyarakat pun sudah merasakan hasil panen dari  tanam sayur dengan menggunakan metode vertikultur ini,” ujarnya.

Lanjut dia, Dinas Ketahanan Pangan dan Hhortikultura juga memberikan perhatian penuh terhadap program tersebut dalam menyediakan bibit bibit sayuran dan buah kepada para kelompok tani. Di satu sisi, Pemkab juga menyalurkan alokasi dana  senilai Rp 100 juta ke setiap kampung untuk program ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat. 

“Metode ini sangat cocok diterapkan di daerah danau dan ini sudah terbukti, kelompok-kelompok yang sudah terbentuk sejauh ini sudah dapat hasil dari tanaman sayur dengan menggunakan metode vertikultur ini,” tandasnya.

Dirinya berharap, agar di daerah danau yang tanahnya tidak terlalu subur, pemerintah kampung juga bisa mengalokasikan sedikit anggaran untuk pemberdayaan supaya bisa menjalankan program tanam sayur dengan menggunakan metode vertikultur ini,” tambahnya. (roy/tho)

newsportal

Recent Posts

Indonesia Butuh Keseimbangan Antara Pertumbuhan dan Stabilitas

Dua akademisi ekonomi asal Papua turut memberikan ulasan komprehensif mengenai latar belakang, dampaknya terhadap pasar…

11 hours ago

Transaksi Sabu 12,35 Gram Lewat Ekspedisi Digagalkan

   IG diamankan saat mengambil sebuah paket yang sebelumnya telah dicurigai petugas berisi narkotika di…

12 hours ago

Pendapatan Naik Rp78 Miliar, Belanja Bertambah Rp83 Miliar

   Rapat paripurna tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam pembahasan perubahan APBD sekaligus momentum…

13 hours ago

Perubahan Kehidupan Setelah Menerima Injil, Membuat Ondoafi Skouw Tergerak Hatinya

  Bukan sekadar tentang usia sebuah kampung, tetapi tentang sebuah benih iman yang pertama kali…

14 hours ago

56 BLUD di Tanah Papua, Baru 4 Punya Regulasi Fleksibilitas PBJ

Data tersebut disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)…

15 hours ago

Sidak Kelurahan Waena, Penyaluran Bansos Hingga Lingkungan Jadi Atensi

  Salah satu perhatian utama Rustan adalah penyaluran bansos yang dinilai masih belum sepenuhnya tepat…

19 hours ago