

Suasana sosialisasi rekrutmen bagi ASN menjadi pegawai BPK di ruang rapat Kantor Bupati Jayapura, Kamis (30/10). (foto:Yohana/Cepos)
SENTANI – Pemerintah Kabupaten Jayapura, bersama BPK RI menggelar sosialisasi rekrutmen bagi ASN menjadi pegawai BPK sesuai dengan formasi yang ditetapkan.
Asisten III Sekda Kabupaten Jayapura, Derek Timotius Wouw, mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Jayapura, bersama Badan Pemeriksa Keuangan RI, melakukan sosialisasi kepada ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayapura terkait formasi pengisian Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk menjadi pegawai di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Menurut Derek, formasi tersebut sudah dibuka sejak awal Oktober lalu, namun karena berbagai kesibukan dan kedudukan di masing-masing OPD, sosialisasi baru dapat dilaksanakan hari ini, Kamis (30/10).
“Kami memberikan pemahaman kepada ASN Pemerintah Kabupaten Jayapura, dengan ketentuan usia maksimal di bawah 40 tahun dan pangkat maksimal di bawah III/C,” jelas Derek, di Sentani, Kamis (30/10).
Ia menambahkan, kesempatan ini merupakan peluang bagi ASN yang telah mengabdi minimal lima tahun di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayapura untuk mengikuti seleksi formasi pegawai BPK.
“Kami berterima kasih kepada rekan-rekan dari BPK Perwakilan Papua yang telah bersama kami memberikan sosialisasi mendalam, sehingga nanti ada keterwakilan dari Kabupaten Jayapura dalam perekrutan ini,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Kepala Subbagian Hukum Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia, Ricky Parlindungan, menjelaskan bahwa proses rekrutmen pegawai BPK akan dilaksanakan pada November 2025.
Page: 1 2
Pertamina Patra Niaga menjatuhkan sanksi tegas kepada SPBU 8499902 di kawasan SP2, Kabupaten Mimika, Papua…
Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Merauke Marwiah Ali…
Marthen mengatakan, aset Penjara Boven Digoel telah ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya. Namun hingga…
Langkah strategis ini diambil sebagai respons langsung atas temuan dan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)…
Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menyiapkan pengembangan cetak sawah baru seluas 1.000 hektar…
Ancaman tenggelamnya daratan Kampung Nubuai bukan sekadar kekhawatiran tanpa alasan. Berdasarkan penuturan perwakilan Tokoh Pemuda…