Malamnya dilakukan sesi diskusi menceritakan pergerakan ditingkat tapak. Kelompok muda ini sepakat tetap membangun jejaring untuk sama-sama menyuarakan penyelamatan lingkungan khususnya wilayah pesisir.
Kegiatan berlanjut pada pagi harinya dengan penanaman sebanyak 65 pohon di sekitar wilayah pantai yang mulai tergerus abrasi. Kegiatan ditutup dengan aksi grebek sampah, membersihkan titik-titik pesisir yang kerap menjadi lokasi pembuangan limbah rumah tangga dan plastik.
“Saya sayang kampung. Bisa pulang bawa uang tapi kalau dari uang itu akhirnya lingkungan rusak buat apa,” tandasnya.
Komunitas Jaga Laut rutin mengadakan kegiatan mingguan seperti bersih pantai, diskusi, hingga pelatihan lingkungan untuk anak muda. Mereka juga rencana akan bekerja sama dengan Universitas Cenderawasih untuk mendirikan sekolah laut, ruang belajar informal tentang ekologi pesisir dan kelautan. (ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Menurutnya, timnya masih memiliki celah dalam melakukan transisi menyerang-bertahan. Sehingga ia ingin membenahi dua situasi…
Beberapa rangkuman perjalanan KONI Papua sepanjang tahun 2025, yakni penguatan fondasi melalui perekrutan atlet. KONI…
Haris menjelaskan, khusus untuk persoalan TPP ASN, hal tersebut telah dikoordinasikan oleh Sekretaris Daerah bersama…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, menjelaskan bahwa tidak adanya pembayaran TPP pada tahun 2025 disebabkan karena…
Seratusan kasus kekerasan tersebut didominasi peristiwa kontak senjata dan penembakan (serangan tunggal) sebanyak 59 kasus,…
‘’Meski agak jauh dari kita, tapi pertumbuhan awan hujan terjadi di laut,’’ katanya. Sementara di…