Aksi palang kantor itu sempat membuat aktivitas pemerintahan terganggu. Beberapa pegawai memilih menunggu di luar area kantor hingga situasi mereda. Meski berlangsung damai, para honorer menegaskan bahwa aksi serupa akan terus dilakukan sampai ada kepastian resmi dari pemerintah daerah.
Masyarakat menilai langkah pemerintah kabupaten terlalu lamban dan terkesan abai terhadap nasib tenaga honorer yang telah lama mengabdi. Kritik pun bermunculan, meminta agar Bupati Sarmi segera turun tangan langsung dan memberikan kejelasan sikap, bukan sekadar janji tanpa realisasi.(vic/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
-Regulasi Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) di tingkat kampung di Papua belum merata. Dari 1.029…
Penggunaan kembali prasarana penyeberangan ini disambut dengan rasa lega yang mendalam oleh masyarakat Abepura,…
Langkah ini menyusul keberhasilan evakuasi salah seorang korban selamat, Demerina Uamang (23), yang sempat diamankan…
Ketua HONAI, Pdt. Andrikus Mofu, menegaskan gereja tidak ingin masyarakat terus menjadi korban kekerasan, kehilangan…
Ia ditemukan tewas dengan kondisi terbakar bersama mobilnya. Yang bikin heboh adalah, sebelum dieksekusi, ia…
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menduga aksi yang berlangsung di sejumlah daerah tersebut tidak…