Aksi palang kantor itu sempat membuat aktivitas pemerintahan terganggu. Beberapa pegawai memilih menunggu di luar area kantor hingga situasi mereda. Meski berlangsung damai, para honorer menegaskan bahwa aksi serupa akan terus dilakukan sampai ada kepastian resmi dari pemerintah daerah.
Masyarakat menilai langkah pemerintah kabupaten terlalu lamban dan terkesan abai terhadap nasib tenaga honorer yang telah lama mengabdi. Kritik pun bermunculan, meminta agar Bupati Sarmi segera turun tangan langsung dan memberikan kejelasan sikap, bukan sekadar janji tanpa realisasi.(vic/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Menurut Dr. Methodius Kossay, data OAP yang akurat dan valid memang sangat krusial dalam menentukan…
Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Jayapura Anitha Hening Yocku dalam keterangannya di Jayapura, Kamis,…
"Generasi muda Papua adalah aset penting bangsa. Kita semua memiliki tanggung jawab bersama untuk membimbing,…
Kapolres Jayapura, AKBP Dionisius V.D.P Helan, memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama perayaan…
Menjelang perayaan Hari Raya Trisuci Waisak, umat Buddha di Kota Jayapura mulai sibuk bersiap. Vihara…
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua mendistribusikan bantuan logistik ke Kabupaten Mamberamo Raya mengantisipasi…