

Sejumlah tenaga honorer memalang pintu masuk kantor Bupati Sarmi, Jumat (12/12). (CEPOSONLINE.COM/VICKY AMBANI)
SARMI — Ketidakpastian status tenaga honorer di Kabupaten Sarmi akhirnya memunculkan aksi protes terbuka. Puluhan honorer melakukan aksi palang kantor Bupati Sarmi pada Jumat (12/12) sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah daerah yang dinilai tidak serius memperjuangkan nasib mereka.
Aksi tersebut dimulai sejak pagi hari, ketika sejumlah honorer mendatangi kompleks kantor bupati sambil membawa spanduk bertuliskan tuntutan kejelasan status kepegawaian. Mereka menilai, janji pemerintah daerah untuk menyelesaikan persoalan honorer tidak kunjung diwujudkan hingga batas waktu yang dijanjikan.
Koordinator aksi yang enggan menyebut namanya menyampaikan, para honorer sudah berulang kali menyuarakan aspirasi melalui berbagai pertemuan dan surat resmi, namun tidak pernah mendapat tindak lanjut yang jelas. “Kami sudah capek dijanji. Pemerintah daerah harus berpihak kepada kami, bukan hanya diam dan menunggu instruksi pusat,” tegasnya.
Sementara itu, sejumlah peserta aksi mengaku kecewa karena hingga kini tidak ada kepastian dari BKPSDM maupun Bupati Sarmi terkait hasil koordinasi dengan Kementerian PAN-RB. Padahal, menurut mereka, masa depan ratusan tenaga honorer bergantung pada keputusan tersebut.
Page: 1 2
Selain berfungsi sebagai alat pemantauan, pemasangan CCTV juga diharapkan menjadi langkah strategis dalam mencegah meningkatnya…
Dari hasil pengawasan, kosmetik tanpa izin edar alias ilegal menjadi yang paling banyak ditemukan di…
Wakil Gubernur Papua Aryoko AF Rumaropen di Jayapura, Sabtu, mengatakan RPJMD merupakan dokumen strategis yang…
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH , MH menyatakan hari ini bisa dilihat bersama panen ubi…
Ribuan umat Katolik, biarawan, dan biarawati dari empat dekanat di dua provinsi Papua dan Papua…
Primus pun meminta aparat keamanan selaku penegak hukum agar bertindak cepat mengungkap motif di balik…