

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sarmi, Freddy Sawefkoy, mengungkapkan bahwa pihaknya berencana tahun ini membangun fasilitas cold storage dengan kapasitas 20 ton di Kota Sarmi. Selain itu, akan dibangun juga Air Blast Freezer (ABF) berkapasitas tiga ton untuk memproduksi ikan beku, serta mesin pencetak es balok.
SARMI– Untuk mendukung aktivitas nelayan serta meningkatkan kualitas hasil tangkapan ikan, Dinas Perikanan Kabupaten Sarmi berencana membangun satu unit pengelolaan ikan (UPI) di Pulau Yanma. Fasilitas ini akan dilengkapi dengan mesin pembuat es batu berskala kecil sebagai sarana utama untuk menjaga kesegaran ikan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sarmi, Fredik Sawefkoy, menjelaskan bahwa selama ini nelayan di Pulau Yanma harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan es batu guna mengawetkan hasil tangkapan mereka. Kondisi tersebut dinilai menyulitkan dan berdampak terhadap mutu ikan yang dikonsumsi masyarakat.
“Kalau dulu masyarakat harus pergi jauh hanya untuk ambil es batu, sekarang dengan adanya fasilitas ini kita harap mereka bisa lebih mudah dan dekat. Jadi setelah tangkap ikan bisa langsung simpan dengan es. Ini supaya ikan tetap segar,” ujar Fredik Sawefkoy kepada Cenderawasih Pos, Rabu (2/7).
Fredik menambahkan bahwa pembangunan unit pengelolaan ikan ini sejalan dengan kampanye Dinas Perikanan yang sedang menggalakkan pentingnya menjaga mutu ikan. Hal ini demi memastikan masyarakat tidak mengonsumsi ikan dalam kondisi tidak segar.
“Kita kampanye soal mutu ikan. Jangan sampai masyarakat makan ikan yang sudah rusak atau tidak layak. Tapi kalau es tersedia, ikan disimpan baik, maka yang makan pun akan rasakan manfaatnya,” tegasnya.
Menurutnya, keberadaan fasilitas ini tidak hanya memberi keuntungan kepada para nelayan, tetapi juga memberi dampak langsung kepada masyarakat luas sebagai konsumen. Ikan yang dijual akan memiliki kualitas lebih baik dan segar, sehingga lebih sehat untuk dikonsumsi.. (roy).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura, Kombes Pol Rommy Sebastian, menjelaskan bahwa korban selamat bernama Agnes…
Di berbagai wilayah Papua, tantangan pendidikan masih menjadi perhatian, mulai dari keterbatasan akses pendidikan tinggi…
Dikatakan, untuk LPG 12 kg dijual dengan harga Rp 410.000. Sementara untuk LPG ukuran 5,5…
Media sosial Rabu (10/6) siang kemarin dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan dugaan menu…
Pejabat Sementara Kasubdit Patroli Polairud Polda Papua, AKP Wilston Latuasan, menegaskan bahwa menjaga kelestarian ekosistem…
Pertamina Patra Niaga mengungkap alasan di balik kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis…