

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Papua Pegunungan Noak Tabo S.IP, M.KP (foto: Denny/ Cepos)
WAMENA – Realisasi belanja APBD Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan hingga semester I 2026 telah mencapai 35,78 persen. Sementara realisasi pendapatan telah menembus 40 persen.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Papua Pegunungan Noak Tabo S.IP, M.KP menyatakan untuk semester pertama, realisasi dari pendapatan sudah 40 persen dan realisasi belanja 35,78 persen dan sudah mengirimkan Laporan Realisasi Anggaran ke pemerintah pusat.
“Pendapatan daerah untuk Provinsi Papua Pegunungan masih bergantung pada Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat melalui sumber Dana Alokasi Umum (DAU), Otsus dan Dana bagi hasil”ungkapnya Rabu (29/7) di Wamena.
Menurutnya, Dana Alokasi Umum (DAU) yang diterima sejak Januari hingga Juli digunakan untuk membiayai gaji gubernur, wakil gubernur, DPR Papua Pegunungan, aparatur sipil negara, serta operasional pemerintahan, sdangkan gaji anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) bersumber dari dana Otonomi Khusus Block Grant (BG).
“Selain DAU, pemerintah provinsi telah menerima dana Otonomi Khusus tahap pertama dan Dana Tambahan Infrastruktur (DTI) tahap pertama, serta Dana Bagi Hasil (DBH) pajak rokok tahap pertama yang telah di realisasikan kepada delapan kabupaten di Papua Pegunungan,”jelas Tabo.
Kata Noak, pemerintah provinsi masih menunggu pencairan dana Otonomi Khusus tahap kedua, pencairan tersebut menunggu penyelesaian perbaikan laporan dari tiga organisasi perangkat daerah yang dikembalikan untuk dikoreksi. Kalau sudah dikirim, maka Otsus tahap dua pasti akan masuk.
“Kita tunggu saja laporan yang sisusun oleh 3 OPD, kalau mereka sudah selesai melakukan perbaikan maka data tersebut bisa langsung kami kirimkan ke pusat agar dana otsus tahap II ini bisa di cairkan,”katanya.
Kepala BPKAD Provinsi Papua Pegunungan juga optimistis realisasi anggaran akan meningkat pada semester II karena sejumlah proyek fisik mulai memasuki tahap pelaksanaan. Saat ini, belanja rutin terus berjalan, sedangkan pekerjaan fisik masih menunggu proses pengadaan melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP).
Ia juga menambahkan, untuk belanja modal memang masih rendah dibandingkan belanja rutinan, tetapi akan terus meningkat seiring jalannya proyek, sehingga pihaknya optimis realisasi APBD Papua Pegunungan tahun ini mampu menyamai capaian tahun sebelumnya yang mencapai 93 persen.
“Capaian semester pertama juga lebih baik dibandingkan sejumlah provinsi lain yang realisasi anggarannya masih berada di bawah 20 persen.” tutupnya. (jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…
Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…
Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…
Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…
Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…
Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…