Categories: PEGUNUNGAN

Khawatir Konflik Suku Meluas, Pemkab Tolikara Diminta Bergerak Cepat

JAYAPURA – Meski diawali karena persoalan  sepele, namun konflik antar suku atau warga di Kabupaten Tolikara mulai mengkhawatirkan. Pasalnya perlahan kelompok dari dua kubu ini semakin besar, bahkan informasi terakhir jika ada kelompok masyarakat dari kabupaten lain yang juga mulai bergabung. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tolikara dalam hal ini bupati maupun DPRD Tolikara  diminta segera mengambil langkah cepat dan efektif, apalagi hingga pekan kemarin sudah 4 orang menjadi korban.

Ini disampaikan oleh salah satu Kepala Suku Masyarakat Lapago, Agus Rawa Kogoya yang dimandatkan menghandel 10  kabupaten di Papua. Ia menyebut bahwa situasi di Tolikara masih menghangat, hingga kemarin pelaku yang mengawali keributan belum diproses. Agus  Rawa khawatir, sebab ada kelompok dari luar Tolikara yang mulai bergabung. “Harus cepat, sebab jika lambat akan banyak orang tidak salah jadi korban. Ini hanya masalah sepele dan harus segera dituntaskan,” kata Agus Rawa di Jayapura, Rabu (28/9).

Iapun meminta kepada para kepala suku, tokoh adat dan pemuda untuk berfikir arif dan mementingkan keamanan daerah. Jangan karena konflik akhirnya banyak yang dikorbankan. “Kepala suku dan para tokoh juga harus duduk mendamaikan. Jangan justru ikut terlibat, apalagi jika konflik ini dimasukkan kepentingan politik,” jelasnya.

Ia tak mau karena lambat mendamaikan akhirnya ada kelompok dari Lanny Jaya, Puncak Jaya dan Mamberamo Tengah ikut di dalamnya. “Bupati juga jangan nonton, harus segera turun tangan untuk mendamaikan. Lalu kami minta polisi juga segera bongkar yang jual – jual Miras. Entah itu warga, atau oknum aparat. Tolikara itu kota injil dan jangan ada jual beli Miras di tanah ini, tolong dengar ini,” imbuhnya. Sekedar diketahui  Minggu (25/9) telah terjadi konflik  warga antar Kampung Kogome dan Kampung Kimibur Distrik Karuba, Kabupaten Tolikara.

Ini berawal sekira pukul 00.00 WIT salah satu warga Kampung Kimibur datang ke Kampung Kogome kemudian membunuh anjing milik Pak Heri Jikwa. Tak lama, pemilikknya bersama rekannya, Rikson  mengejar hingga perbatasan Kampung Kimibur dan ternyata di Kampung Kimibur sudah banyak warga  dan keduanya dikeroyok. Korban Heri mengalami luka bacok  parang di bagian kepala hingga menembus ke  tengkorak kepala. Untungnya korban masih dalam keadaan sadar  dan kini ditangani dokter. Sedangkan rekan Rikson mengalami patah tangan.

Terkait hal ini,  Kabag Ops Polres Tolikara, AKP Lalang membenarkan kejadian tersebut. “Sedang kami upayakan untuk ditangani secara tepat dan terukur. Yang jelas jangan sampai melebar, sebab ini berawal dari masalah sepele. Anjing milik korban ini dibunuh oleh salah satu warga kemudian korban justru dikeroyok,” imbuh Lalang. (ade/tho)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: TOLIKARA

Recent Posts

Persipura Lakukan Perombakan Besar-besaran

“Untuk saat ini semua masih bisa terjadi. Pemain asing yang pasti kita sedang mencari. Tiga-tiganya…

5 hours ago

DPR RI Didesak Bentuk Pansus Pantau Kerusakan Dampak PSN

Direktur Eksekutif POHR, Thomas Ch. Syufi, menegaskan bahwa karya tersebut bukan sekadar dokumenter biasa, melainkan…

6 hours ago

Hampir Tak Ada Wakil Rakyat yang Bicara Penolakan PSN

Menurutnya, film Pesta Babi membuka ruang diskusi publik terkait persoalan besar yang selama ini dirasakan…

7 hours ago

Keikhlasan Saat Situasi Ekonomi Kurang Bergairah Jadi Ujian Dalam Berkurban

Sejak pukul 05.30 WIT panitia hari-hari besar Islam (PHBI) Provinsi Papua sudah mempersiapkan tempat di…

8 hours ago

TPNPB Bertanggungjawab Atas Pembakaran Fasilitas Umum

TPNPB Kodap XVI Yahukimo juga lanjut Sebby mengancam akan terus melakukan patroli dan operasi terhadap…

9 hours ago

Empat WNA asal China Jadi Tersangka Kasus Tambang Ilegal di Nabire

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menetapkan empat warga negara asing (WNA) asal China sebagai tersangka dalam kasus…

16 hours ago