Categories: PEGUNUNGAN

Dinilai Cacat Hukum, Tahapan Pilkada Diminta Dihentikan

JAYAPURA-Ketua Tim Yalimo Menang dari pasangan Nomor Urut 2, Lakius Peyon dan Nahum Mabel, Aleksander Walilo menilai Ketua Bawaslu Provinsi Papua dan Bawaslu Yalimo tidak konsisten terhadap surat-surat pencegahan yang sudah dikeluarkan oleh Bawaslu. Karena itu, pihaknya minta agar tahapan Pilkada  yang digelar KPU Yalimo ini dihentikan, karena cacat hukum.

   “Kepada KPU, bahwa Bawaslu sudah mengingatkan untuk tetap melaksanakan tahapan sesuai amar putusan MK 120 hari kerja. Dan tindak lanjut surat pencegahan dari Bawaslu sudah jadikan temuan pelanggaran dan merekomendasikan kepada KPU bahwa KPU Yalimo terbukti melakukan pelanggaran administrasi pada bulan November, namun hingga sampai saat ini KPU tetap melaksanakan tahapan,” katanya, di Kotaraja, Senin (27/12).

   Selain itu, mereka juga mengatakan sikap Bawaslu harusnya tetap mengawasi tahapan yang dimaksud, namun dalam hal ini dinilai Bawaslu tidak netral. “Kami mengganggap Bawaslu sebagai Lembaga independen harus berpatokan pada surat surat lembaga, karena itu merupakan administrasi lembaga yang harus dipertanggung jawabkan,” katanya.

   Menurut Walilo, saat penetapan syarat calon, KPU telah melakukan pembiaraan terhadap pasangan calon, namun Bawaslu Yalimo tetap tidak menjadikan temuan pelanggaran sesuai hasil pengawasan. “Itu dilihat dari tidak adanya salinan syarat calon yang diberikan kepada Bawaslu saat pendaftaran,” katanya.

   Ia menjelaskan Amar Putusan MK 154 memutuskan bahwa, sampai dengan tanggal 17 Desember, batas waktu penyelengaraan Pilkada di Yalimo sudah harus selesai selama 120 hari. Namun setelah lewat batas waktu,  belum ada putusan selanjutnya dari MK,  apa harus digelar Pemilu apa tidak, tapi KPU malah bertindak di luar perintah SK dengan alasan dana dan sebagainya, ini yang dinilai inkonstitusional.

   “Kami minta bawaslu Provinsi dan Kabupaten batalkan Tahapan KPU, karena sudah  bergerak di luar aturan,” katanya.

   Sementara itu, Calon Wakil Bupati Yalimo Nahum Mabel meminta masyarakat Yalimo untuk menahan diri di momen natal ini, dan tahapan KPU pihaknya memilih tidak mengikutinya. Dimana tanggal 3 –  5 Desember telah lakukan penerimaan calon, penetapan calon dan Senin (27/12) agenda pencabutan Nomor Undian. Namun pihaknya tidak akan mengikuti tahapan karena KPU sudah bergerak tanpa dasar hukum dari MK yang masa waktunya sudah habis sejak 17 Desember untuk Tahapan pelaksanaan Pilkada di Yalimo.

   “Kami tim kerja Yalimo menang  kami minta Masyarakat yalimo tetap tenang dan pecabutan Nomor Urut oleh KPU kami pasangan Urut Nomor 2 tidak akan menghadirinya, karena kami menungu gugatan di MK,” katanya. (oel/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: YALIMO

Recent Posts

Bangunan Pasar di Perbatasan RI-PNG Mulai Rusak, PAD Tak Maksimal

   Menurutnya, pasar dengan sekitar 200 kios tersebut memiliki potensi ekonomi besar. Ia mendapat informasi…

14 minutes ago

Prabowo Persilakan KPK Periksa Menterinya

Presiden Prabowo Subianto memastikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat mengusut hingga melakukan penindakan terhadap menteri…

44 minutes ago

Selesaikan Konflik, Pimpinan Daerah Diminta Rangkul Semua Pihak

Menurutnya, dengan lahirnya undang-undang nomor 15 Tahun 2022 terkait dengan DOB semestinya Gubernur pimpin barisan…

1 hour ago

Uncen Berduka, Jangan Ada Palang Memalang

Suasana duka yang lagi menyelimuti Universitas Cenderawasih haruslah tercermin dari sikap dan perbuatan. Apalagi yang…

2 hours ago

Tokoh Agama Papua Padukan Langkah Demi Kemanusiaan dan Perdamaian

   Keberagaman ini menurutnya harus dipelihara sebagai modal dasar untuk membangun tatanan sosial yang adil…

2 hours ago

13 Tahun Melayani Sebagai Sopir Justru Berakhir Tragis

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengatakan kasus tersebut bermula ketika korban…

3 hours ago