Categories: PEGUNUNGAN

Terprovokasi, Dua Kelompk Massa Saling Serang

WAMENA—Acara peresmian Kantor Wilayah IV Papua dan Konfrensi ke-I Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII), sempat ricuh, Selasa, (26/7), kemarin.  Kericuhan itu berawal saat kedua kelompok massa saling serang dengan menggunakan batu yang bermula dari Lapangan Jalan SMA Negeri 1 Wamena yang dijadikan sebagai tempat bakar batu hingga sampai ke Jalan Irian.

Aksi saling serang antar kedua kelompok warga yang sama -sama ikut dalam acara tersebut dapat dilerai dengan cepat dari panitia maupun aparat kepolisian yang turun ke lapangan.

Dari informasi yang dihimpun Cenderawasih Pos di lapangan, awalnya acara tersebut berlangsung dengan aman hingga waktu untuk makan. Sebagian besar warga diarahkan ke tempat bakar batu di lapangan depan SMA Negeri 1 Wamena. Setelah makan siang, ada satu orang yang dalam keadaan dipengaruhi minuman keras datang memprovokasi warga.

Dari provokasi itu, warga terpancing dan akhirnya saling lempar antara satu dengan lainnya hingga aksi tersebut meluas bahkan sampai di ruas jalan utama. Rumah warga yang ada di sekitar tempat tersebut juga tidak luput dari lemparan warga. Aksi saling lempar ini terjadi sekitar 15 menit.

Dalam aksi saling serang ini, aktivitas perekonomian yang ada di Jalan Irian langsung lumpuh, para pedagang lebih memilih menutup tempat usahanya, sementara kerusakan yang ditimbulkan dari aksi saling lempar ini belum diketahui, aparat masih fokus untuk melarai kedua belah pihak yang bertikai.

Kedua kelompok ini berhasil dipisahkan setelah Pdt Jhon Nap ke tengah massa dan memisahkan mereka. Kelompok ini terbagi dua di Jalan Irian Atas dan Jalan Irian Bawah, kelompok di Jalan Irian Atas yang cukup banyak, dikumpulkan di perempatan jalan Irian Atas dan dilakukan doa bersama dan mereka membubarkan diri.

Sedangkan kelompok yang ada di Jalan Irian Bawah juga dihadang aparat kepolisian dari Polres Jayawijaya sehingga juga membubarkan diri karena acara konfrensi ke-I Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) masih dilakukan di Gereja Effata.

Kapolres Jayawijaya AKBP. Hesman S Napitupulu, SH, SIK, MH ketika dikonfirmasi membenarkan adanya aksi saling serang antara kedua kelompok massa, namun personel Polres Jayawijaya yang dibackup personel BKO Brimob langsung turun ke lapangan dan dapat mengendalikan kedua massa yang bertikai. (jo/tho)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Kantor Bupati Boven Digoel Ditahan

Dalam perkara tersebut, nilai kontrak pekerjaan mencapai Rp11.719.700.000. Sementara berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan…

1 day ago

Pemkab Merauke Godok Status Darurat Karhutla

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke tengah menggodok penetapan status kedaruratan bencana terkait kebakaran hutan dan lahan…

1 day ago

Kebakaran Hutan di Gunung Tembagapura Padam,  Potensi Api Susulan Perlu Diwaspadai

​Meski kobaran api utama telah padam, otoritas keamanan setempat mengimbau semua pihak untuk tetap waspada…

1 day ago

TNI Hormati Putusan MK Soal Pidana Umum di Pengadilan Umum

Hakim Konstitusi Enny Nurbaningsih menyatakan bahwa penataan UU Peradilan Militer perlu waktu paling lama 2…

1 day ago

Siapkan Dana Cadangan Sejak Awal Tahun, Anggaran BLUD Terus Berputar

RSUD Jayapura memastikan kebutuhan medis terkait bahan medis habis pakai  sejauh ini masih dalam kondisi…

1 day ago

Aturan Sisa Kuota Internet Belum Dipatuhi Penuh

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyebut operator seluler belum sepenuhnya mematuhi ketentuan perlindungan…

1 day ago