Menurutnya, Festival ini diharapkan menjadi agenda rutin bagi pengurus sekolah adat, masyarakat adat, pihak gereja dan pemerintah daerah untuk mengaktualisasi ruang belajar, dialog dan advokasi terhadap nilai-nilai kearifan lokal serta dalam membentuk karakter, dan identitas generasi penerus. Panitia mengharapkan agar semua pihak hadir untuk menyaksikan pentupan kegiatan festival.
“Dengan berakhirnya festival ini, panitia berharap semangat yang telah terbangun tidak berhenti pada perayaan semata, melainkan dapat menghidupkan di dalam keluarga, honai adat, kampung, gereja, sekolah adat dan komunitasnya.” jelas Yermias. (jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Ia menjelaskan, tambahan DAU tersebut berkaitan dengan kebutuhan belanja kepegawaian yang belum terselesaikan. Di…
Di sepanjang jalan utama menuju pelabuhan, sejumlah kendaraan datang silih berganti. Di antara suara…
Pantauan media ini, antrean panjang didominasi kaum ibu. Di bawah terik matahari, mereka datang dengan…
Langkah tegas Pemerintah Kota Jayapura tersebut, menurut Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Jayapura,…
Untuk mendata dan menjangkau ratusan anak tersebut, Dinsos memobilisasi 24 kader yang tersebar di berbagai…
Kontra Persis Solo di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur menjadi pembuktian dari pelatih baru…