Menurutnya, Festival ini diharapkan menjadi agenda rutin bagi pengurus sekolah adat, masyarakat adat, pihak gereja dan pemerintah daerah untuk mengaktualisasi ruang belajar, dialog dan advokasi terhadap nilai-nilai kearifan lokal serta dalam membentuk karakter, dan identitas generasi penerus. Panitia mengharapkan agar semua pihak hadir untuk menyaksikan pentupan kegiatan festival.
“Dengan berakhirnya festival ini, panitia berharap semangat yang telah terbangun tidak berhenti pada perayaan semata, melainkan dapat menghidupkan di dalam keluarga, honai adat, kampung, gereja, sekolah adat dan komunitasnya.” jelas Yermias. (jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Fakta di lapangan, beberapa drainase aliran air menggenang tidak mengalir nampak keruh dan menimbulkan bau.…
“Mohon maaf bapak ibu sekalian, kami tentunya institusi Polri menolak kalau sampai ada usulan Polri…
Kartu ini mengimbau siapa pun yang mengalami gejala seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, sakit…
Langkah ini dipandang sebagai sinyal tegas bahwa Meta tidak ingin tertinggal dalam perlombaan pembangunan pusat…
ICW mencatat, belum genap satu tahun masa jabatan pemerintahan daerah hasil pemilihan terakhir, sudah terdapat…
Nerlince menegaskan, hingga kini MRP tidak pernah mendapatkan data resmi mengenai jumlah maupun identitas investor…