Nenu Tabuni meminta masyarakat untuk tidak menyampaikan berita bohong apalagi sampai memprovokasi masyarakat. Apalagi saat ini suarana pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah sudah masuk H -7.
“Oleh karena saya berharap ini pengalaman dan tidak boleh lagi terulanglangi, karena risiko hukum itu jelas. Tidak boleh melakukan ujaran kebencian, menyerang seseorang, apagi mereka mengalamatkan penjabat bupati. Kami tidak pernah melakukan hal semacam ini, benar-benar pembohongan publik dan fitnah terhadap penjabat bupati,” ujarnya.
Nenu Tabuni menambahkan bahwa masyarakat tentunya boleh mendukung pasangan calon kepala daerah. Namun dirinya meminta untuk tidak menyebar fitnah, menyerang individu terlebih kepala daerah.
“Untuk itu, masyarakat jangan terpancing. Kita harus melaksanakan Lilkada ini dengan aman dan damai, memilih kepala daerah yang berkualitas dan bertanggung jawab untuk Kabupaten Puncak.
Masyarakat di 25 distrik, jangan memancing, apalagi membuat berita-berita hoaks, juga berita-berita yang tidak bertanggung jawab seperti ini. Sebagai kepala daerah, saya mengajak semua masyarakat bergandengan tangan untuk menyukseskan pemilihan kepala daerah nanti. Untuk memilih pemimpin yang berkualitas yang akan memimpin daerah ini 5 tahun ke depan,” tutupnya.(ist)
Page: 1 2
Apabila mikroplastik masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan, mikroplastik akan melekat pada dinding usus,…
Merujuk pada pemaparan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), akrilamida didefinisikan sebagai…
Berdasarkan rilis diterima media ini dari Humas Polres Mappi, Kapolres Mappi Kompol Suparmin, melalui Kasat…
Bentuk protes tersebut dilakukan di Lingkaran Abepura sambil membawa poster beragam tulisan, di antaranya: Salibkan…
Seharusnya menurut mereka, kehadiran Menteri HAM di Papua menjadi momentum untuk bertemu langsung dengan mahasiswa,…
Kepala Unit Kemoterapi RSUD Jayapura, dr Jan Frits Siauta, SpB subsp (K), Finacs mengungkapkan, sejumlah…