

Wakil Menteri Dalam Negeri RI Dr. Ribka Haluk mengunjungi SD YPPK Napua, dan melanjutkan pengecekan lokasi pembangunan kantor Gubernur Papua Pegunungan Senin (18/11) kemarin. (FOTO:Denny/ Cepos)
WAMENA – Wakil Menteri Dalam Negeri RI (Wamendagri) Dr. Ribka Haluk dalam kunkernya ke tanah Papua berkesempatan mengunjungi Provinsi Papua Pegunungan khususnya di Kabupaten Jayawijaya.
Dalam kunker tersebut Wamendagri melakukan pembagian makanan bergizi kepada siswa SD YPPK Napua, dan melanjutkan pengecekan lokasi pembangunan pusat pemerintahan Provinsi Papua Pegunungan yang berada di perbatasan Distrik Wouma dan Distrik Welesi.
Wanita yang pernah menjabat sebagai Kepala Distrik Asologaima Kabupaten Jayawijaya itu menyatakan kedatangannya ke Wamena untuk memastikan semua pembangunan di DOB termasuk Provinsi Papua Pegunungan.
Dirinya memahami dan memaklumi situasi yang sedang berjalan, namun sudah dijaminkan jika permasalahan tanah sudah selesai, tugas yang kedua kalau masalah lokasi sudah selesai maka dilakukan presiapan seperti pematangan lahan termasuk dokumen surat yang harus diselesaikan.
“Untuk pembangunan sarpras kantor Gubernur Papua Pegunungan, DPRP, MRPP semuanya dibiayai oleh APBN, dimana presiden sudah mengarahkan Kementrian PUPR untuk membangun, tugas kita di Provinsi Papua Pegunungan menyediakan lahan, memastikan legalitas secara hukum, pematangan lahan atau batas -batas,”Ungkapnya Senin (18/11) di perbatasan distrik Welesi dan Wouma.
Ia menyatakan apabila sudah dilakukan pematangan lahan, maka nantinya Program pembangunan dari kementrian PUPR akan mulai dilakukan, ia sendiri sudah melakukan pengecekan administrasi yang diberikan Pj Gubernur Papua Pegunungan memang ada beberapa dokumen lagi yang harus dilengkapi sama seperti beberapa daerah lainnya.
Page: 1 2
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…
Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…
Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…
Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…
Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…