

Arus lalu lintas yang padat di jalan masuk SMA Negeri 4 Entrop, akibat adanya pembangunan jembatan menuju ke sekolah tersebut, Senin (18/11).(foto: Jimi/cepos)
JAYAPURA-Ruas jalan Abepura-Entrop, tepatnya di mata jalan masuk SMA Negeri 4 Entrop, Jayapura Selatan, saat ini rawan macet, terutama pagi saat jam masuk sekolah dan siang saat bubar sekolah. Kemacetan dipicu adanya pembangunan jalan/jembatan menuju ke sekolah yang saat ini terus dikerjakan.
Bila biasanya sejumlah mobil orang tua siswa yang mengantarkan anaknya bisa mendekat ke sekolah, kini harus berhenti sampai di mata jalan masuk sekolah itu. Aturan ini diambil Unit Lantas Polsek Jayapura Selatan untuk menghindari kemacetan panjang terjadi mengingat jalan alternatif satu-satunya di kompleks sekolah tersebut sangat sempit, rusak dan berlumpur.
Dari pantauan Cenderawasih Pos di lokasi, Senin (18/11) pagi, terlihat sejumlah pelajar mulai dari tingkat SD, SMP, dan SMA/SMU hingga perguruan tinggi dan juga masyarakat berjalan kaki melewati jembatan yang sementara di bangun tersebut.
Demi lancarnya arus lalulintas disekitar lokasi, sejumlah anggota kepolisian dari Polsek Jayapura Selatan melakukan rekayasa jalan dengan menutupi arah jalur pembangunan jembatan dan mengunakan jalan alternatif yang mengharuskan semua kendaraan lewat satu jalur saja di samping karantina hewan.
Hasani Alfiansyah (17) siswa SMAN 4 Jayapura kelas 11 mengatakan sebelum pelebaran jalan dan perbaikan jembatan, SMA N 4 Kota Jayapura sudah terkenal dengan macetnya terutama pas jam masuk sekolah pada pagi hari dan jam pulang sekolah pada siang hari.
Menurutnya, dalam satu minggu terahir ini hampir semua siswa SMA N 4 yang mengunakan kendaraan roda dua terpaksa harus putar jauh melewati jalan berlumpur di Hotel Musi sehingga butuh waktu untuk bisa tiba di sekolah.
Dia berharap, semoga dengan adanya pembangunan atau pelebaran jembatan tersebut dapat menjadi solusi kemacetan yang terjadi selama ini disekolah itu.
Sementara itu, Yeni (32) salah seorang warga yang mengatakan bahwa, selama jembatan ini tutup dirinya tiap hari mengatarkan anaknya untuk bisa melewati jembatan tersebut untuk bisa melintas. Untuk itu, dia berharap pembangunan jembatan tersebut dapat dipercepatkan, karena dirinya merasa capek dan keroptan jika harus putar balik melewati hotel Musi.
“Repot juga kalau tiap hari begini terus karena kita yang tinggal di dekat jembatan ini harus putar lewat SMA N 4, hotel Musi terus kembali lagi kedepan. Padahal anak saya hanya sekolahnya di depan situ,” ujarnya. (kar/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Jelasnya praktik kekerasan berbasis gender, kekerasan seksual, serta diskriminasi struktural maupun kultural dialami perempuan Papua…
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Papua Selatan, Paino ditemui media ini disela-sela pembahasan…
Petrus Assem menjelaskan, penanaman tebu di Merauke tersebut untuk industry gula dengan produk turunannya bioethanol…
Di tengah desakan kelompok warga yang menuntut pengukuhan lembaga adat, Bupati Mimika Johannes Rettob memilih…
al ini disampaikan langsung Direktur Eksekutif ALDP, Latifah Anum Siregar kepada Cenderawasih Pos melalui keterangan…
Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Timika mulai mematangkan persiapan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan…