Categories: PEGUNUNGAN

Kantor Gubernur Papua Pegunungan, DPRP dan MRPP Harus Selesai Dalam Tiga Tahun

WAMENA  Komisi II DPR RI sebagai Panja dari Daerah Otonomi Baru (DOB) mulai melihat permasalahan -permasalahan yang terjadi dengan mengunjungi 4 wilayah yakni Papua Pegunungan, Papua Selatan Papua Tengah dan Papua Barat Daya, hal ini dilakukan agar percepatan pembangunan yang diinginkan itu bisa tercapai.

Ketua Tim Komisi II DPR RI Giri Ramanda N Kiemas, SE. MM menyatkan, pembangunan yang ingin dicapai saat ini bagaimana pembangunan kantor Gubernur, Kantor DPRP dan Kantor MRP Papua Pegunungan bisa cepat dibangun dan diselesaikan oleh pemerintah pusat sebab pembangunan tiga kantor tersebut menggunakan APBN.

“Sekarang kita datang Ke Wamena untuk mencari tahu masalah yang dihadapi dan bisa mencari cara- cara yang lebih efektif agar percepatan pembangunan ini bisa segera di wujudkan,”ungkapnya di Wamena Sabtu (17/5).

Komisi II DPR RI menginginkan agar dalam jangka waktu tiga tahun semua bisa diwujudkan. Kalau memang harus terlambat, nantinya jangan memakan waktu yang terlalu lama juga, tidak ada masalah yang tak bisa di selesaikan kalau kita bicara dan membangun komunikasi bersama dan diharapkan secepatnya bisa mendapatkan solusinya.

“Kami harapkan pembangunan kantor Gubernur, DPRP, dan MRP Papua Pegunungan bisa cepat mulai dilakukan pembangunan dan permasalahan -permasalahan DOB baru yang ada di Papua Pegunungan ini bisa diselesaikan dengan baik,”kata Giri Ramanda.

Sementara terkait dengan aspirasi pemekaran wilayah DOB dari masyarakat yang telah di respon oleh Gubernur, Ketua DPRP, dan Ketua MRP Papua Pegunungan, tentunya ini akan menjadi bahan pertimbangan dan kajian dari komisi II DPR RI dan kementrian dalam negeri.

“Kita akan melakukan pendataan daerah otonomi baru yang ada di Indonesia, untuk Papua itu aturan undang -undangnya specialis yakni undang -undang Otonomi khusus mungkin bisa lebih cepat kajian yang dilakukan kemendagri,”bebernya

Giri juga menambahkan jika saat ini Komisi II DPR RI sedang semangat -semangatnya melakukan pendataan DOB di seluruh Indonesia termasuk di Papua, tentunya ini akan menjadi pertimbangan untuk nantinya di usulkan kepada pemerintah pusat untuk menindak lanjuti masalah ini.

“Kami harapkan ada sinkronisasi dengan pemerintah daerah dalam menyampaikan aspirasi tersebut, dan sesuai dengan kajian yang dilakukan oleh kmendagri agar usulan dari masyarakat ini bisa di angkat lagi kepada pemerintah pusat,” tutupnya. (jo/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Kendalikan Inflasi, Gubernur Instruksikan Enam Langkah

Enam langkah itu meliputi pelaksanaan operasi pasar murah secara berkala untuk menjaga keterjangkauan harga, inspeksi…

10 hours ago

Wali Kota Terima Aspirasi 314 K2 Asli Port Numbay

Pertemuan berlangsung penuh harapan dan suasana emosional, karena para tenaga K2 asli Port Numbay merasa…

11 hours ago

Komnas HAM Tolak Draft RUU HAM

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan penolakan tegas terhadap draft Rancangan Undang-Undang Hak…

12 hours ago

Warga Tak Perlu Lagi Bolak-Balik ke Pengadilan Untuk Sidang Adminitrasi Kependudukan

Terobosan baru yang dihadirkan Pemerintah Kota Jayapura melalui Disdukcapil bekerja sama dengan Pengadilan Negeri (PN)…

13 hours ago

Bentuk Staf Khusus Adat, Wali Kota Libatkan Para Ondoafi

Menurut Abisai Rollo, keberadaan para Ondoafi memiliki posisi yang sangat penting karena mereka merupakan pemilik…

14 hours ago

OAP Harus Jadi Pusat Utama Pembangunan

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari besarnya proyek nasional maupun investasi yang masuk,…

15 hours ago