Categories: PEGUNUNGAN

RSUD Wamena Kewalahan Obat dan Bahan Habis Pakai

Akibat Melayani Pasien Rujukan dari Kabupaten Pemekaran

WAMENA-Direktur RSUD Wamena dr. Felly Sahureka Sp.PK mengaku dalam pelayanan kesehatan, pihaknya sedikit tergangggu dengan kekurangan obat dan bahan medis habis pakai. Hal ini disebabkan karena apa yang dibiayai oleh pemda tidak hanya digunakan oleh masyarakat Jayawijaya, tetapi juga masyarakat dari kabupaten pemekaran di saat tidak ada lagi Program Kartu Papua Sehat (KPS).
Menurut dokter Felly, dana rutin untuk obat dan bahan medis habis pakai, kalau hanya digunakan untuk masyarakat Jayawijaya sendiri harusnya cukup. Tetapi, pada tahun 2021, pogram KPS itu sudah tidak ada, padahal program KPS ini sangat membantu pelayanan bagi RSUD Wamena dan umumnya Lapago.
“Kami di RSUD Wamena harus mengakomodir semua pasien yang ada di wilayah Lapago ini beban besar buat kita. Sebab dana rutin kita yang dipakai untuk membiayai masyarakat Jayawijaya, tetapi karena dana KPS tidak ada maka dana untuk masyarakat Jayawijaya akhirnya terpakai untuk pasien dari kabupaten lain,” ungkapnya Senin (13/12) kemarin.
Dokter Felly mengaku sudah berkali -kali memperingatkan ke kabupaten lain untuk memberikan kontribusi membantu RSUD Wamena yang merupakan kabupaten induk yang melayani kesehatan untuk semua masyarakat di wilayah Lapago.
“Contoh warga Yahukimo, yang berada di Distrik Kurima, karena lebih dekat ke Wamena maka untuk pelayanan kesehatan di RSUD Wamena, untuk Kabupaten Lanny Jaya ada Program Lanny Jaya sehat sehingga ikut membantu kami,” tegas Felly yang mengaku tidak bisa menolak pasien yang berobat, termasuk dari kabupaten lain.
Untuk mengatasi kebutuhan habis pakai ini, dokter Felly mengaku terpaksa menggunakan dana klaim dari BPJS digunakan untuk operasional belanja obat dan bahan medis habis pakai.
Secara terpisah Buupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, Msi menyatakan masalah ini sebenarnya masalah yang sudah terjadi sejak lama. Bupati juga sudah berkoordinasi dengan pimpinan daerah di wilayah lapago, tetapi sepertinya masa bodoh. Namun, khusus untuk Lanny Jaya tetap pasiennya dilayani karena ada klaim dengan program Lanny Jaya Sehat.
“Selain Lanny Jaya , tidak ada kabupaten lain lagi yang membantu kami khususnya untuk masalah kesehatan, kami juga serba salah kalau ada pasien dari Kabupaten Yahukimo, Tolikara , Mamteng, Yalimo kalau ditolak nyawa pasiennya jadi taruhan, tapi kondisi APBD kita khusus obat dan bahan medis habis pakai ini khusus untuk masyarakat Jayawijaya,”bebernya.
Bupati berharap para bupati lain di wilayah Lapago ini bisa melakukan kerjasama dengan pemerintah Jayawijaya. Pihaknya tidak meminta sejumlah uang kepada daerah lain, yang diinginkan adalah sistem klaim. “Kalau ada pasien dari Tolikara 1 orang, maka pengajuan klaim juga 1 orang kepada pemdanya, atau kerjasama seperti program Lanny Jaya Sehat,” ujarnya. (jo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: RSUD

Recent Posts

Hanya Tersisa Dua Guru, SD Kampung Wumuka Terancam Gagal Ujian

Jalannya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah dasar (SD) di Kampung Wumuka, Distrik Mimika Barat…

7 minutes ago

Ke Depan, Pengelolaan Dana Otsus Diserahkan ke Masyarakat!

Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah turun gunung ke Kabupaten Mimika untuk menjaring aspirasi…

1 hour ago

Tolikara Bergerak Untuk Iman, Pemkab Tolikara All Out Sukseskan Rapat BPL GIDI di Kanggime

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama seksi infrastruktur melakukan peninjauan pembangunan akses jalan,…

2 hours ago

Gubernur Ajak Warga Kampung Kaniskobat Dukung Program Pembangunan

Selain itu, Apolo juga mengajak masyarakat untuk ikut mengambil bagian dan turut serta dalam pembangunan…

3 hours ago

FLS3N dan O2SN Ajang Melatih Anak Bangun Sportifitas dan Kerja Keras

‘’Sebuah prestasi tidak dihasilkan secara instan tapi lewat kerja keras, berjenjang dan penuh disiplin. FLS3N…

4 hours ago

Senggolan Waktu Joget, Prajurit TNI AD Tewas Ditembak

Kejadian berlangsung di Cafe, Resto, Bar and Live Music Panhead, Palembang, sekitar pukul 02.40 WIB.…

5 hours ago