Categories: PEGUNUNGAN

PK-HAM Papua Minta Negara Harus Hadir Untuk Cegah Konflik dan Perlindungan Warga Sipil

WAMENA – Peristiwa putusnya jembatan gantung di kali Uwe, Distrik Wouma, yang mengakibatkan sedikitnya 9 orang meninggal dunia, menjadi duka mendalam bagi seluruh masyarakat di wilayah itu dan sangat disayangkan karena peristiwa itu diawali situasi konflik perang suku antara kelompok masyarakat. Konflik sosial yang melibatkan suku Lanny Jaya dan Kurima, Yahukimo yang menyebabkan penumpukan massa dan kelebihan di atas jembatan ganting hingga akhirnya terputus mendapat perhatian dari Perhimpunan Advokasi Kebijakan Hak Asasi Manusia (PAK-HAM) Papua yang menilai negara harus hadir untuk mencegah konflik dan perlindungan warga sipil.

Ketua PAK-HAM Papua Dr. Methodius Kossay, SH,.M.Hum, CT,.CMP menyatakan negara harus hadir secara nyata dalam mencegah eskalasi konflik antarsuku serta memperkuat pendekatan dialog, rekonsiliasi adat, dan perlindungan terhadap masyarakat sipil. Sebab peristiwa ini bukan sekadar kecelakaan biasa, tetapi menjadi refleksi bahwa konflik sosial yang dibiarkan berlarut-larut dapat menimbulkan korban kemanusiaan yang besar.

“Keselamatan rakyat harus menjadi prioritas utama. Pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh gereja, dan seluruh elemen masyarakat harus segera mengambil langkah damai untuk menghentikan konflik,” tegasnya melalui rilisnya Sabtu (9/5).

Ia juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga korban. Nyawa masyarakat sipil tidak boleh menjadi korban dari konflik sosial yang terus berulang di Tanah Papua dan harus segera diselesaikan hingga tak terus -terusan berulang.

“Tragedi ini merupakan alarm serius bagi semua pihak bahwa konflik horizontal bukan hanya menimbulkan ketakutan dan perpecahan, tetapi juga dapat merenggut nyawa masyarakat yang tidak bersalah.”tegas Dr. Methodius

PAK-HAM Papua, juga meminta kepada Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan Pemerintah Kabupaten terkait untuk segera melakukan evakuasi dan penanganan maksimal terhadap korban, memberikan bantuan kemanusiaan kepada keluarga korban sebagai bentuk duka cita, melakukan investigasi menyeluruh atas penyebab putusnya jembatan gantung yang menghubungkan Kelurhan Sinakma dan Distrik Wouma.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Kendalikan Inflasi, Gubernur Instruksikan Enam Langkah

Enam langkah itu meliputi pelaksanaan operasi pasar murah secara berkala untuk menjaga keterjangkauan harga, inspeksi…

1 day ago

Wali Kota Terima Aspirasi 314 K2 Asli Port Numbay

Pertemuan berlangsung penuh harapan dan suasana emosional, karena para tenaga K2 asli Port Numbay merasa…

1 day ago

Komnas HAM Tolak Draft RUU HAM

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan penolakan tegas terhadap draft Rancangan Undang-Undang Hak…

1 day ago

Warga Tak Perlu Lagi Bolak-Balik ke Pengadilan Untuk Sidang Adminitrasi Kependudukan

Terobosan baru yang dihadirkan Pemerintah Kota Jayapura melalui Disdukcapil bekerja sama dengan Pengadilan Negeri (PN)…

1 day ago

Bentuk Staf Khusus Adat, Wali Kota Libatkan Para Ondoafi

Menurut Abisai Rollo, keberadaan para Ondoafi memiliki posisi yang sangat penting karena mereka merupakan pemilik…

1 day ago

OAP Harus Jadi Pusat Utama Pembangunan

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari besarnya proyek nasional maupun investasi yang masuk,…

1 day ago