

Tampak Pesawat ATR 72 Seri 300 milik Trigana Air Service yang biasa melayani penerbangan di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang. Pasca penembakan pesawat Caravan, Trigana Air Service untuk sementara waktu tidak melayani penerbangan ke Kabupaten Pegunungan Bintang. (FOTO: Denny/ Cepos )
Minta Jaminan Keamanan dari Pemkab Pegunungan Bintang
WAMENA–Adanya penembakan pesawat Caravan di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, membuat Trigana Air Service sementara waktu tidak melayani penerbangan penumpang ke Kabupaten Pegunungan Bintang.
Manager Trigana Air Service Wamena, Michael Biduri ketika dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya membenarkan jika Trigana Air Service untuk sementara waktu tidak melayani penerbangan ke Oksibil pasca penebakan pesawat Caravan tadi pagi.
“Sudah ada surat yang dikeluarkan oleh Station Manager Trigana yang menyatakan demi keselamatan dan keamanan penerbangan, maka disampaikan untuk sementara dan mulai besok dari dan ke Oksibil tidak beroperasi sampai ada jaminan keamanan dari pihak yang berwenang,” ungkapnya, Senin (9/1) kemarin.
“Apa bila belum ada kepastian keamanan, tentu kami juga tidak akan berani terbang ke Oksibil atau membuka penerbangan ke sana,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan, penerbangan ke Oksibil biasanya dilayani oleh pesawat ATR 72 Seri 300 yang tadi memang sudah leanding di Oksibil, hanya saja pada saat mau keluar dari bandara tersebut ada penembakan terhadap pesawat Caravan, kalau pesawat Trigana melewati daerah itu maka bisa saja menjadi sasaran berikutnya.
“Kalau kita mau take off dari Bandara Oksibil, pasti itu akan melalui wilayah penembakan, dan memang sangat rawan, karena pada saat baru naik, pesawat belum tinggi sehingga masih bisa tertembak, oleh karena itu, kami hentikan sementara pelayanan penerbangan ke sana dulu,” kata Michael.
Ia memastikan pesawat ATR yang tadi masuk ke Oksibil lantaran ada penembakan seringga tidak Take off dari Oksibil, namun menunggu situasinya meredah dulu barulah melakukan penerbangan menuju Sentani,. Pihaknya meminta jaminan keamanan dari pemerintah setempat.
“Kalau Trigana sebenarnya bisa kembali beroperasi lagi di sana, hanya saja harus ada jaminan keamanan dari pemerintah daerah, kalau tidak, maka kita tidak berani melakukan penerbangan ke sana,” bebernya. (jo/tho)
Kepala BBPOM Jayapura, Herianto Baan menegaskan bahwa langkah tegas ini diambil bukan semata-mata untuk…
Abisai menjelaskan, rapat tersebut merupakan tindak lanjut atas kelebihan salur dana kampung yang bersumber…
Ketua Kafilah MTQ Kota Jayapura, Abdul Majid, mengatakan proses pembinaan peserta dilakukan secara berjenjang…
Pemulangan personil Satgas Pamtas RI-PNG dari Yonif 711/RKS Palu dan Yonif 743/PSY Kupang menggunakan KRI…
Menjawab dahaga panjang reformasi peradilan tersebut, pemerintah secara resmi menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor…
Menurut Andri, pelatih sebelumnya Rahmad Darmawan tampil cukup baik musim lalu. Mengantarkan Persipura hingga babak…