

Bahan Pangan Lokal yang di jual di Pasar Potikelek Wamena yang nampak sepi dari Pembeli, foto ini diambil Selasa (4/2) kemarin. (foto:Denny/ Cepos)
WAMENA– Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jayawijaya menyarankan tim pengendali inflasi daerah (TPID) Provinsi Papua Pegunungan dan Kabupaten Jayawijaya lebih meningkatkan operasi pasar guna melakukan pengawasan terhadap harga barang dipasaran Wamena yang menjadi pusat perekonomian.
Hal ini menyusul inflasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan pada Januari 2025 mencapai 4,55 persen, tertinggi di Indonesia. Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Jayawijaya Arther Ludwig Purmiasa mengatakan dari 38 provinsi di Indonesia, Provinsi Papua Pegunungan tertinggi dengan inflasi sebesar Rp4,55 persen.
“Tingginya inflasi disumbangkan oleh beberapa komoditas yakni makanan, minuman dan tembakau yang mengalami kenaikan di pasaran Wamena yang menjadi sampel inflasi untuk Provinsi Papua Pegunungan,”ungkapnya Selasa (4/2/2025) di Wamena.
Page: 1 2
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo didampingi Wakilnya, Rustan Saru bersama Forkopimda, aparatur sipil negara…
Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Mathius Pawara, memastikan ketersediaan logistik bagi korban kebakaran di Dok…
Abisai mengatakan, dukungan terhadap para korban tidak hanya datang dari pemerintah maupun BUMN dan…
Menurut Ramai, program latihan yang telah dijalani tim, baik saat pemusatan latihan di Jayapura maupun…
Otoritas Perikanan Nasional Papua Nugini (National Fisheries Authority/NFA) bersama Imigrasi Papua Nugini kembali menangkap kapal…
Pemerintah Kota Jayapura akan memperketat pengawasan di lokasi pengungsian warga terdampak kebakaran di Kelurahan Mandala,…