Categories: PEGUNUNGAN

Tunggu Pemulihan Kampus, STISIP Yapis Amal Ilmiah Kuliah di Mall

Suasana Perkuliahan Mahasiswa Kampus STISIP Amal Ilmiah Wamena   di Mall Wamena  dengan kondisi yang serba terbatas. ( FOTO : Denny/ Cepos )

WAMENA – Setelah dibakar massa pada 23 September lalu, kini aktifitas perkuliahan Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan (STISIP) Amal Ilmiah Yapis Wamena harus pindah sementara ke basement mall Wamena sambil menunggu kampus yang ada di jalan Hom-hom Wamena dibangun kembali oleh Kementerian PUPR.

    Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan (STISIP) Amal Ilmiah Yapis Wamena, dan juga rektor, Rudi Hartono mengatakan, dibukanya kampus sementara di Mall Wamena agar proses pembelajaran tetap berjalan di tengah-tengah semester yang berjalan ini, mengingat juga akan melakukan ujian pada awal desember ini.

  “Memang sampai saat ini masih banyak mahasiswa/mahasiswi yang meninggalkan kota Wamena, jadi kita melakukan registrasi ulang minggu kemarin, dari 1.200-an yang teregistrasi dalam semester ini, kemarin kita registrasi ulang itu sekitar kurang lebih 400-an orang,” ungkapnya Rudi saat dihubungi via selulernya senin (1/11)

   Rudi menjelaskan, kampus sementara ini dibuka setelah dilakukan rapat 26 September 2019 memutuskan untuk tetap melakukan pembelajaran, sehingga dua minggu lalu sudah dimulai untuk proses pembelajaran di kampus sementara.

   “Memang kita tidak langsung lakukan perkuliahan, karena perlu konsolidasi dulu untuk perbaikan, karena kursi yang digunakan di kampus sementara sisa-sisa kursi yang terbakar, sembari menyiapkan sekat-sekat ruang kuliah, secretariat rektorat dan segala macam ruangan lainya,”jelasnya.

   Ia mengatakan, kendala yang dihadapi saat ini jelas mengenai sarana prasarana, dimana 85 persen kampus lama telah habis terbakar hanya menyisakan ruang rektorat, Sehingga, saat pindah ke kampus sementara mahasiswa kuliah hanya dibatasi sekat-sekat yang terbuat dari tripleks dan kayu ditambah kursi meja yang sudah tidak beralas spon karena semua terbakar.

   “Fasilitas penunjang seperti infokus, papan tulis maupun sarana belajar lainnya tidak dapat digunakan, sehingga memanfaatkan apa yang masih tersisa di kampus lama , itu yang masih kita gunakan sementara waktu,”jelasnya

   Selain jumlah mahasiswa yang masih sedikit, tenaga dosen pun yang hadir mengajar baru 22 orang dari 64 dosen yang ada, karena usai kejadian banyak yang memilih meninggalkan Wamena, sehingga unuk kembali meakukan aktifitas perkuliahan masih sangat terbatas, namun pihaknya tetap harus jalan dengan kondisi yang terbatas seperti ini.

  “Kita masih tetap fokus untuk untuk menjalankan perkuliahan dengan kondisi terbatas di Mall Wamena sambil menunggu perbaikan kampus yang terbakar yang dilakukan oleh kementian PUPR dan pemerintah Jayawijaya,”tuturnya.

Rudi Hartono mengimbau kepada seluruh mahasiswa Kampung STSIP Yapis Amal Ilmiah Wamena yang masi ada di Luar daerah untuk segera kembali karena aktifitas erkuliahan telah dimulai kembali seperti biaa meskipun dengan kondisi yang serba berkekurangan di gedung mall Wamena.(jo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Pemprov Papua Siapkan Mudik Gratis Nataru

   Selain program mudik gratis, Mathius mengatakan Pemprov Papua juga menyiapkan subsidi transportasi laut sebagai…

15 hours ago

Presiden Harus Bersikap Setelah Gereja Beri Sinyal

Komisi 1 DPR Papua menilai langkah sejumlah denominasi gereja di Tanah Papua yang membentuk wadah…

16 hours ago

Bangunan Pasar di Perbatasan RI-PNG Mulai Rusak, PAD Tak Maksimal

   Menurutnya, pasar dengan sekitar 200 kios tersebut memiliki potensi ekonomi besar. Ia mendapat informasi…

16 hours ago

Prabowo Persilakan KPK Periksa Menterinya

Presiden Prabowo Subianto memastikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat mengusut hingga melakukan penindakan terhadap menteri…

17 hours ago

Selesaikan Konflik, Pimpinan Daerah Diminta Rangkul Semua Pihak

Menurutnya, dengan lahirnya undang-undang nomor 15 Tahun 2022 terkait dengan DOB semestinya Gubernur pimpin barisan…

17 hours ago

Uncen Berduka, Jangan Ada Palang Memalang

Suasana duka yang lagi menyelimuti Universitas Cenderawasih haruslah tercermin dari sikap dan perbuatan. Apalagi yang…

18 hours ago