“Saya rasa pohon zin lebih cocok ditanam dipinggiran kali baliem, sebab akar dari pohon tersebut mampu manahan abrasi apabila air kali beliem meluap,”ujar Amos Asso
Ia juga mengaku kalau pohon tersebut tidak bisa ditanami di di wilayah perkebunan, sebab akan mematikan pertanian yang ada disekitarnya, namun untuk pohon yang cocok ditanami di lahan pertanian atau kawasan wisata itu seperti pohon cemara dan pohon pucuk merah.
“Pohon cemara dan pucuk merah ini akan memberikan warna dan keindahan tersebdiri apabila ditanami di wilayah kawasan wisata maupun pertanian, dan yang terpenting pohon tersebut tidak merusak tanaman yang ada di sekelilingnya,” kata Amos.
“Tahun depan kami rencanakan untuk melakukan pengadaan 20000 bibit pohon cemara dan pucuk merah yang akan ditanami di 25 distrik, langkah ini sekaligus menegaskan jika pemerintah berkomitmen untuk melestarikan alam dan lingkungan di Kabupaten Jayawijaya.” tutupnya.(jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Penilaian itu disampaikan PAHAM Papua menyusul laporan polisi yang didaftarkan Mama Yasinta di Polda Metro…
Bagi masyarakat Kamoro, Karapao bukan sekadar selebrasi visual. Ini adalah poros warisan leluhur yang melilitkan…
Pemerintah Distrik Sentani terus bergerak melaksanakan program relokasi dan penataan ulang Pasar Lama Sentani, sebuah…
Menurutnya kejadian ini bermula saat beberapa warga sedang mencari ikan di sekitar Kali Ariyau sekitar…
Sengketa pergantian kepala kampung antara asosiasi 328 kampung dengan Pemkab Jayawijaya memasuki tahap akhir. Ya,…
Guna menjaga situasi kamtibmas yang ada di wilayah Kota Wamena, Polres Jayawijaya kembali melakukan razia…