

Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH saat melihat Gudang Penyimpanan beras dan peralatan yang digunakan petani padi sawah yang ada di Distrik Hubikosi Kabupaten Jayawijaya. Jumat (31/10) (foto:Kominfo For Cepos )
WAMENA – Untuk menjawab kebutuhan pangan beras di Jayawijaya dan umumnya Papua Pegunungan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya akan berupaya secara masif untuk membuka lahan persawahan di daerah tersebut dengan memanfaatkan potensi yang lahan yang ada dan juga membuka lahan baru.
Bupati Jayawijaya Atenius Murip, SH, MH menyatakan pemerintah Kabupaten Jayawijaya akan terus berupaya akan secara masif membuka persawahan di kabupaten Jayawijaya, ini untuk mencukupi ataupun sebagai ketahanan pangan di Papua Pegunungan
“Ketika program tersebut berhasil maka pemda Jayawijaya akan berkonsultasi dengan pemerintah pusat agar dapat menjalin kerjasama dengan pihak Bulog, artinya hasildari petani itu akan dibeli dan akan didistribusikan ke wilayah Papua Pegunungan yang lainnya.”ungkapnya Jumat (31/10)
Ia juga menginginkan apabila persawahan di Jayawijaya sudah mampu memproduksi beras secara baik dan terus menerus, maka bulog tidak perlu datangkan beras dari luar, jadi hasil dari kelompok tani yang ada di Jayawijaya ini bulog yang beli, dan bulog yang salurkan kepada masyarakat, sehingga ekonomi berputar
“Saat ini jumlah produksi beras di Jayawijaya masih terbatas sehingga sebagian beras masih didatangkan dari luar. Tahun 2024 produksi beras 320 ton yang dihasilkan, itu belum pemerintah kita lakukan secara masif,”kata Bupati Jayawijaya
Page: 1 2
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri menyebut efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah masih berlanjut pada 2027. Para…
Merespon terkait dengan itu, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, menyatakan bahwa tindakan suspend…
Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya pernyataan dari kelompok yang mengatasnamakan TPNPB yang mengancam akan menggagalkan…
Fakhiri mengatakan, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di sejumlah daerah. Namun, khusus untuk Papua,…
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan posisi utang pemerintah sebesar Rp10.000 triliun hingga pertengahan 2026 masih terkendali…
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…