

Wakapolres Jayawijaya AKP Albertus Mabel didampingi Kasat Reksim, KBO dan Kasie Pidum memberikan keterangan pers bersama dengan Pelaku DK yang telah diamankan Jumat (27/2) malam. (foto:Denny/Cepos)
WAMENA – Setelah melarikan diri selama 3 hari dan bersembuyi di Distrik Welesi, kini Pelaku Pembunuhan ASN Kementrian Keagamaan dari Yabupaten Yalimo di Jalan A Yani Wamena Selasa lalu berinisial DK, akhirnya tertangkap oleh Sat Reskrim Polres Jayawijaya usai melakukan koordinasi dengan Keluarga Pelaku dan Korban Jumat (27/2) malam.
Wakapolres Jayawijaya AKP Albertus Mabel, S.IK, M. AP ketika di konfirmasi membenarkan jika pelaku DK telah ditemukan dan sudah diamankan di Polres Jayawijaya usai selama 3 hari melarikan diri dan bersembunyi di Distrik Welesi, Motif asmara memicu DK nekat melakukan penganiayaan kepada korban alm LS
“Untuk pelaku DK sudah kita amankan di Polres Jayawijaya untuk mempertangungjawabkan perbuatannya secara hukum, diketahui bahwa DK merupakan kekasih korban yang tak terima jika hubungan mereka diakhir oleh korban LS,” ungkapnya di Wamena Sabtu (28/2) Kemarin
Menurutnya, puncak kemarahan pelaku terjadi ketika, Korban LS mengambil barang -barangnya di kost yang sudah ditinggali bersama dengan DK selama 2 tahun tanpa sepengetahuan terduga pelaku, akibatnya pelaku telah menunggu korban di sekitar Jalan tersebut di sekitar Jalan Ahmad Yani tepatnya di depan studio foto garage digital printing.
“Terduga pelaku DK menunggu korban LS di tempat itu, karena korban merupakan PNS di kementerian Agama Kabupaten Yalimo yang memiliki kantor perwakilan di sekitar TKP, selanjutnya pada saat korban melewati tempat tersebut langsung dicegat oleh pelaku dan terjadilah tindak pidana pembunuhan,” kata Albertus Mabel.
Di tempat yang sama Kasat Reskrim Polres Jayawijaya Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH menambahkan usai penganiayaan tersebut diketahui bahwa korban tidak meninggal di tempat, tetapi korban meninggalnya di rumah sakit sebab kurang lebih ada 6 luka tusukan dan ada tiga luka sayatan, sementara pelaku DK juga melarikan diri ke arah Distrik Welesi dengan motor KLX.
Page: 1 2
Enam langkah itu meliputi pelaksanaan operasi pasar murah secara berkala untuk menjaga keterjangkauan harga, inspeksi…
Pertemuan berlangsung penuh harapan dan suasana emosional, karena para tenaga K2 asli Port Numbay merasa…
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan penolakan tegas terhadap draft Rancangan Undang-Undang Hak…
Terobosan baru yang dihadirkan Pemerintah Kota Jayapura melalui Disdukcapil bekerja sama dengan Pengadilan Negeri (PN)…
Menurut Abisai Rollo, keberadaan para Ondoafi memiliki posisi yang sangat penting karena mereka merupakan pemilik…
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari besarnya proyek nasional maupun investasi yang masuk,…