Di tempat yang sama Ketua Pemuda Adat Papua Pegunungan, Dines Muni, S.IP., M.Si, menilai Rakyat kecil ditekan atas nama hukum konservasi, tetapi korporasi perusak hutan dibiarkan. Ini bukti negara masih menutup mata terhadap ketidakadilan ekologis di Papua
Sementara itu Wakil Ketua III KNPI Papua Pegunungan, Leo Himan, S.Si, menyoroti kontradiksi antara kebijakan konservasi dan kebijakan ekonomi pemerintah. Negara melarang masyarakat lokal berburu satwa endemik, tapi di sisi lain memberi izin bagi perusahaan tambang dan perkebunan besar yang justru menghancurkan habitat satwa itu.
Sementara itu Sekretaris KNPI Papua Pegunungan, Yulans FY Wenda, menjelaskan bahwa hasil refleksi dan konsolidasi pemuda dituangkan dalam tiga dokumen penting Pernyataan Sikap, Rekomendasi, dan Draf Usulan Raperdasus tentang Perlindungan Satwa Endemik dan Simbol-Simbol Budaya Papua. (jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Tim Persipura Jayapura kembali menjadwalkan laga ujicoba untuk mengukur kemampuan Boaz Solossa dan kawan-kawan selama…
Tim gabungan Polres Mimika membekuk tersangka sebelum akhirnya diterbangkan kembali ke Timika untuk menjalani proses…
Pembangunan fisik Patung Yesus di Kampung Yowong, Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom kini telah rampung…
Plt Sekda Kabupaten Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, M.AP menyatakan Otsus Papua merupakan instrumen penting dalam…
Menurut Yunus, proses penyediaan makanan untuk program MBG tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Mulai dari…
Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang berkaitan dengan infeksi…