Paino (foto:Sulo/Cepos)
MERAUKE- Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Papua Selatan Paino, ST, MT mengungkapkan, terkait dengan penolakan dari masyarakat adat terhadap Pulau Kimaam menjadi Program Strategis Nasional untuk pengembangan ternak Kerbau dan Sapi, pihaknya sudah melaporkan ke pemerintah pusat sehubungan dengan penolakan tersebut.
‘’Kemarin kami sudah telpon ke Kementerian Pangan terkait informasi yang lagi ramai di Kimaam sehubungan dengan penolakan PSN pengembangan ternak kerbau dan sapi,’’ kata Paino kepada wartawan di Merauke, Kamis (28/5).
Paino menjelaskan, setelah pihaknya pelajari di RTRW Papua Selatan, Pulau Kimaam tersebut merupakan daerah penyangga, dimana rawa yang ada merupakan rawa yang dalam serta merupakan wilayah konservasi.
‘’Sehingga dari RTRW Provinsi Papua Selatan, daerah di sana (Pulau Kimaam,red) memang tidak diperbolehkan untuk peternakan,’’ katanya.
Mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Merauke ini mengaku telah melaporkan ke pusat untuk mengalihan lokasi. Lokasi mana yang cocok. Sebab untuk peternakan kerbau dan sapi tidak merusak hutan. Karena kerbau dan sapi tersebut nantinya akan dilepas.
Page: 1 2
Para ibu tampak lebih banyak berbaring dan beristirahat di dalam tenda. Sementara sejumlah bapak…
Pada dasarnya, kacang bukan satu-satunya makanan yang dapat dikaitkan dengan munculnya jerawat. Jerawat dipengaruhi oleh…
Dalam acara Kick Off Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 Angkatan 4 yang digelar secara hibrida…
Sorotan tersebut makin menguat lantaran realisasi anggaran tahun 2026 yang sebesar Rp72 miliar dilaporkan baru…
Malaysia selanjutnya bersiap mengirimkan surat resmi kepada Sekretariat ASEAN. Menteri Luar Negeri Malaysia juga ditugaskan…
Memang, malam itu, santri asal Bangil, Kabupaten Pasuruan, ini sedang menjalankan tugas untuk membersihkan sampah,…