Makan kacang goreng dipercaya bisa menyebabkan jerawatan, benarkah. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
JAKARTA– Kacang goreng menjadi salah satu camilan yang cukup populer karena rasanya gurih, renyah, dan mudah ditemukan. Namun, di balik kenikmatannya, muncul anggapan bahwa terlalu banyak makan kacang goreng bisa menyebabkan jerawat. Lantas, apakah anggapan tersebut merupakan mitos atau fakta ?
Pada dasarnya, kacang bukan satu-satunya makanan yang dapat dikaitkan dengan munculnya jerawat. Jerawat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari produksi minyak berlebih, penyumbatan pori-pori, perubahan hormon, peradangan, hingga faktor genetik. Apakah Kacang Goreng Bisa Menyebabkan Jerawat?
Anggapan bahwa makan kacang secara langsung menyebabkan jerawat tidak sepenuhnya tepat. Kacang itu sendiri tidak otomatis membuat seseorang berjerawat. Namun, cara pengolahannya perlu diperhatikan. Kacang yang digoreng mengandung tambahan minyak dan umumnya memiliki kalori lebih tinggi dibandingkan kacang yang dipanggang atau dikonsumsi tanpa tambahan minyak.
Jika dikonsumsi secara berlebihan, pola makan yang tinggi makanan gorengan dan kurang seimbang dapat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan, terutama pada orang yang memang memiliki kulit rentan berjerawat. Kacang tanah mengandung sejumlah nutrisi, seperti protein, lemak, serat, vitamin, mineral, serta senyawa antioksidan. Karena itu, kacang sebenarnya dapat menjadi bagian dari pola makan yang sehat apabila dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.
Masalahnya bukan semata-mata pada kacangnya, tetapi lebih kepada jumlah konsumsi dan cara pengolahannya. Kacang yang digoreng dengan banyak minyak, ditambah garam atau bumbu tertentu, tentu memiliki karakteristik nutrisi yang berbeda dibandingkan kacang panggang atau kacang yang diolah tanpa banyak tambahan.
Selain pola makan, munculnya jerawat dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Beberapa di antaranya adalah: Pertama, Perubahan Hormon Perubahan hormon dapat meningkatkan produksi sebum atau minyak pada kulit. Kondisi tersebut dapat membuat pori-pori lebih mudah tersumbat dan memicu munculnya jerawat. Kedua, Produksi Minyak Berlebih. Kulit yang menghasilkan minyak berlebihan memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyumbatan pori-pori, terutama jika tidak diimbangi dengan perawatan kulit yang tepat.
Ketiga, Kebersihan Kulit. Kotoran, minyak, dan sel kulit mati yang menumpuk dapat menyumbat pori-pori. Karena itu, menjaga kebersihan wajah tetap penting untuk membantu mengurangi risiko munculnya jerawat. Keempat, Pola Makan Secara Keseluruhan. Tidak hanya satu jenis makanan, pola makan secara keseluruhan juga perlu diperhatikan. Konsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat olahan pada sebagian orang dapat berkaitan dengan kondisi jerawat.
Page: 1 2
Para ibu tampak lebih banyak berbaring dan beristirahat di dalam tenda. Sementara sejumlah bapak…
Dalam acara Kick Off Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 Angkatan 4 yang digelar secara hibrida…
Sorotan tersebut makin menguat lantaran realisasi anggaran tahun 2026 yang sebesar Rp72 miliar dilaporkan baru…
Malaysia selanjutnya bersiap mengirimkan surat resmi kepada Sekretariat ASEAN. Menteri Luar Negeri Malaysia juga ditugaskan…
Memang, malam itu, santri asal Bangil, Kabupaten Pasuruan, ini sedang menjalankan tugas untuk membersihkan sampah,…
Gubernur Papua, Matius D Fakhiri meminta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak menahan Pendapatan…