Kelima. Faktor Genetik. Faktor keturunan juga dapat memengaruhi kecenderungan seseorang mengalami jerawat. Artinya, setiap orang dapat memiliki respons kulit yang berbeda terhadap makanan maupun perubahan lingkungan.Jadi, Mitos atau Fakta ? Kesimpulannya, anggapan bahwa terlalu banyak makan kacang goreng pasti menyebabkan jerawat lebih tepat disebut sebagai mitos jika dimaknai secara langsung.
Belum tentu seseorang akan berjerawat hanya karena mengonsumsi kacang goreng. Namun, konsumsi berlebihan, terutama sebagai bagian dari pola makan yang tinggi makanan gorengan dan kurang seimbang, tetap sebaiknya dibatasi. Bagi orang yang merasa jerawat sering muncul setelah mengonsumsi makanan tertentu, mencatat pola makan dan kondisi kulit dapat membantu mengetahui apakah terdapat pola yang berulang.
Pada akhirnya, kacang goreng tetap boleh dikonsumsi, tetapi sebaiknya dalam jumlah yang wajar dan menjadi bagian dari pola makan yang beragam dan seimbang. Jika jerawat terus muncul, semakin parah, terasa nyeri, atau meninggalkan bekas, sebaiknya konsultasikan kondisi kulit kepada dokter kulit untuk mendapatkan penanganan yang sesuai. (*/JAWAPOS.COM)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Mathius Pawara, mengatakan kebutuhan susu bagi balita menjadi salah…
Rustan menjelaskan, setelah menerima laporan tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan…
Penjabat Sekretaris Daerah Papua, Christian Sohilait, mengatakan bantuan yang disalurkan telah disesuaikan dengan kebutuhan…
Pemerintah Kota Jayapura memperkuat penanganan pascakebakaran yang melanda kawasan Dok V, Kelurahan Mandala, dengan melibatkan…
Gubernur Papua, Matius D Fakhiri mengatakan, pembayaran TPP tersebut telah disiapkan dan anggarannya dipastikan…
Ketua Komisi D DPRK Kota Jayapura, Deli L. Watak, menegaskan penanganan pascakebakaran tidak boleh…