

Erick Rumlus (FOTO: Sulo/Cepos)
Bagi Pedagang Pakaian Bekas Impor untuk Tidak Menjual Lagi
MERAUKE– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke melalui Dinas Perindagkop kembali memberikan surat teguran ketiga kepada para pedagang cakar bongkar atau pakaian bekas impor untuk tidak dijual lagi.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi UMKM Kabupaten Merauke, Erick Rumlus, SE, saat ditemui media ini di Kantor Bupati Merauke, Jumat (28/4) mengungkapkan, pihaknya akan melayangkan surat teguran ketiga kepada para pedagang pakaian bekas impor tersebut.
‘’Surat teguran ketiga akan kita berikan hari ini. Kalau tidak hari ini, berarti Senin,’’ kata Erick Rumlus.
Erick Rumlus menjelaskan, untuk surat teguran ketiga tersebut, pihaknya memberikan waktu 10 hari menyimpan atau menghabiskan barang dagagangannya.
‘’Apabila dalam10 hari setelah itu maka kami akan melakukan tindakan,’’ terangnya.
Tindakan yang akan dilakukan pemerintah daerah jelas Erick Rumlus adalah penyitaan pakaian bekas impor tersebut. ‘’Kita tidak menutup tempat usaha mereka. Tapi yang akan kita lakukan adalah menyita pakaian bekas impor yang mereka jual. Kita akan lakukan penyitaan. Kita tidak menutup tempat usaha mereka, tapi barang yang mereka jual tidak sesuai aturan, itu yang kita sita,’’jelasnya.
Ditanya respon dari para pedagang pakaian bekas tersebut, Erick Rumlus mengaku, pada pedagang pakaian bekas impor tersebut mencoba lewat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah untuk meminta mereka diberi kesempatan sampai Agustus 2023 bahkan sampai Desember.
‘’Tapi kita tahu bahwa instruksi presiden sangat jelas, harus segera dilakukan penertiban. Saya pikir, kita sudah cukup memberikan toleransi. Kemarin bulan Suci Ramadan dan hari raya Idul Fitri. Saya pikir 10 hari kedepan kita akan ambil tindakan,’’pungkasnya.(ulo/tho)
Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk deteksi dini guna mengantisipasi maraknya upaya penyelundupan barang…
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., memberikan peringatan keras kepada seluruh aparat kelurahan…
Ketergantungan warga terhadap pertanian subsisten membuat kerusakan tanaman holtikultura berpotensi mengganggu ketersediaan pangan keluarga
Abisai mengatakan, Pemerintah Kota Jayapura saat ini masih melakukan berbagai upaya dan pembahasan terkait…
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan melalui Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Axel Panggabean mengatakan,…
Bupati menegaskan jika, mereka baru juga diangkat CASN masih ada langkah selanjutnya yang harus diikuti…