

Warga Kampung Marga Mulya, Distrik Semangga saat mengikuti bimbingan teknis budidaya ikan sistem bioflox di Balai Kampung Marga Mulya, Sabtu (24/9). (FOTO:Sulo/Cepos)
MERAUKE–Warga Kampung Marga Mulya, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke diperkenalkan budidaya ikan sistem bioflox di Balai Kampung Marga Mulya, Sabtu (24/9). Pengenalan sekaligus dilanjutkan dengan pemberian bantuan peralatan dan bibit ikan untuk budidaya ikan sistem bioflox ini merupakan kerja sama antara Dirjen Perikanan Budidaya Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI dengan Anggota Komisi IV DPR RI Sulaeman L. Hamzah.
Budidaya ikan dengan sistem bioflox bagi warga Kampung Marga Mulya ini merupakan hal yang baru. Karena selama ini, masyarakat Merauke cenderung menangkap ikan di rawa-rawa, sungai, laut tanpa budidaya atau dipelihara. Apalagi dengan sistem bioflox.
Kepala Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon, Sarwono mengungkapkan, produksi ikan tawar di Merauke cukup luar biasa yakni sebesar 393,018 ton. Namun begitu, budidaya ikan lele, mas dan nila masih rendah. Padahal harga budidaya ikan lele di Merauke cukup menjanjikan yakni antara Rp 40.000- 60.000 perkilonya.
‘’Kami yakin kebutuhan budidaya ikan lele kedepan akan terus meningkat dengan dukungan dari BBI dan Dinas Perikanan Kabupaten Merauke,’’ katanya. Sarwono menambahkan, kegiatan yang dilakukan ini dalam rangka meningkatkan pengetahuan dari petani dalam budidaya ikan tawar dengan harapan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat,’’ pungkasnya.
Anggota Komisi IV Sulaeman L. Hamzah saat membuka kegiatan tersebut mnegatakan, budidaya ikan di Merauke bukan masalah asing karena kolam-kolam alam cukup banyak yang tinggal panen dimana lebih banyak Mujair dan Gastor (Gabus Toraja). ‘’Tapi lewat kegiatan ini untuk budidaya ikan dengan sistem bioflox ini akan membantu kita untuk memahami lebih teknis,”tandasnya. Bioflox memang belum banyak beredar di Papua, pihaknya ambil sampel di Merauke dan Boven Digoel, Keerom dan beberapa kabupaten lain agar masyarakat bisa mengenal hal ini karena dapat berguna bagi rumah tangga dan masyarakat sekitar.
Dikatakan, dengan Merauke menjadi Provinsi Papua Selatan maka kedepan kebutuhan daging dan ikan khususnya ikan tawar hasil budidaya akan terus meningkat. Karena itu, Sulaeman Hamzah meyakinkan masyarakat di Kampung Marga Mulya tersebut apabila budidaya ikan dengan sistem reflox ini berhasil maka ia akan menambah bantuan budidaya ikan di kampung tersebut.(ulo/tho)
Program cetak sawah 2026 di tanah Papua masih menghadapi persoalan dalam pelaksanaannya. Meski target telah…
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo didampingi Wakilnya, Rustan Saru bersama Forkopimda, aparatur sipil negara…
Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Mathius Pawara, memastikan ketersediaan logistik bagi korban kebakaran di Dok…
Abisai mengatakan, dukungan terhadap para korban tidak hanya datang dari pemerintah maupun BUMN dan…
Menurut Ramai, program latihan yang telah dijalani tim, baik saat pemusatan latihan di Jayapura maupun…
Otoritas Perikanan Nasional Papua Nugini (National Fisheries Authority/NFA) bersama Imigrasi Papua Nugini kembali menangkap kapal…