

Anggota Satgas Pamtas Yonif 711/RKS melakukan pemeriksaan identitas dan data diri yang digelar dalam sweeping di Jl Trans Jayapura-Wamena Kabupaten Keerom pada Sabtu malam (24/9) pekan kemarin. Prajurit TNI mulai memperketat wilayah perbatasan. (Foto Penrem)
JAYAPURA – Prajurit TNI dari Satgas Pamtas yang bertugas di daerah RI-PNG Yonif 711/RKS rupanya tak mau kecolongan. Baik dari pelintas batas illegal maupun pelaku kejahatan yang membawa narkotika. Berbagai upaya pencegahan mulai dilakukan dan area perbatasan kini mulai diperkenan. Satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar sweeping yang tidak ditentukan waktunya.
Kali ini Satgas Yonif 711/RKS melaksanakan kegiatan pemeriksaan atau sweeping pada malam hari dan berhasil mengamankan barang terlarang berupa ganja kering seberat 1 ons di jalan Trans Jayapura-Wamena, Kabupaten Keerom, pada Sabtu (24/9) malam.
Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif 711/RKS Letkol Inf Mutakbir mengungkapkan penangkapan kepada pelaku pembawa ganja berawal saat personel Pos KM 76 dipimpin Letda Inf Ubaid, menggelar Sweeping malam hari pada pukul 19.00 WIT.
”Dari pukul 19.00 WIT Pos KM 76 melaksanakan sweeping dengan memberhentikan 2 (dua) orang masyarakat yang mengunakan 1 motor kendaraan roda dua. Setelah diperiksa, 2 orang pengendara atas nama DM dan MM ditemukan membawa ganja kering yang berada di dalam tas terbungkus plastik dengan berat sekitar 1 ons,” jelas Letkol Inf Mutakbir di Jayapura, Minggu (25/9).
Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh anggota Pos KM 76 ditemukan barang bukti lain berupa 1 motor Yamaha soul yang tidak dilengkapi surat-surat termasuk identitas pengendara.
“Saat ini pelaku beserta barang bukti telah diserahkan ke pihak Polres Keerom untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ucap Dansatgas. Dansatgas kembali menegaskan bahwa kegiatan sweeping ini dilakukan untuk mencegah peredaran barang terlarang yang tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Kami sebagai pasukan pengamanan perbatasan akan terus mencegah peredaran barang terlarang terutama di wilayah perbatasan khususnya narkoba, agar generasi muda Papua tidak terjerumus ke dalam jerat Narkoba yang dapat merusak masa depannya, ” tutup Mutakbir.
Sementara itu ditempat terpisah, Danrem 172/PWY Brigjen TNI J.O Sembiring selaku Dankolakops menyampaikan apresiasi kepada prajurit Yonif 711/RKS yang berhasil mengamankan barang terlarang di wilayahnya.
Danrem meminta untuk terus melaksanakan sweeping dan upaya-upaya dalam mencegah barang illegal dan terlarang masuk ke Indonesia. “Tidak peduli ganja yang dia bawa itu sedikit tetapi dari sedikit itu bisa membuat penggunanya menjadi ketagihan. Jika ketagihan pasti akan menggunakan segala cara untuk mendapatkannya. Hal ini tentunya akan merusak generasi masa depan,” ujar Danrem. (ade/wen)
Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP meyatakan setelah mengikuti perkembangan pasca konflik yang terjadi…
Perda ini mewajibkan seluruh bangunan dan fasilitas publik di wilayah Kota Jayapura untuk memasang…
Saat melakukan pemantauan di kawasan Pasar Los Entrop, petugas mencurigai sebuah tempat usaha rental…
Ketua Satgas Asosiasi Peternak Ayam Petelur se-Tanah Tabi, Gatot Sugiantoro, mengatakan saat ini terdapat…
Abisai menegaskan bahwa Pemuda Katolik merupakan salah satu pilar penting bagi gereja dan bangsa,…
Berdasarkan informasi yang terima dari penyidik Polda Papua terkait dengan praperadilan yang diajukan dari pihak…