‘’Tentu itu juga bukan salah pemerintah daerah. Karena selama ini masyarakat kita selama ini kurang peduli untuk mengurus persyaratan. Sementara seluruh program harus terdaftar di dinas. Misalnya terkiat dengan program perikanan maka dia harus terdaftar di Kusuka. Kalau pertanian maka dia harus terdaftar di system pertanian atau Simultan,’’ jelasnya.
Menurutnya, dirinya turun tersebut sekaligus mensosialisasikan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa untuk mendapatkan program bantuan harus membuat kelompok yang terdaftar di Dinas.
Persoalan air bersih juga menjadi kendala yang dialami warga di kampung-kampung terutama pada musim kemarau. Apalagi kondisi air di sejumlah kampung di Kimaam berwarna kuning. ‘’Ada 2 kampung yang mengusulkan sumur bor,’’ terangnya.
Ditambahkan, ada sejumlah penyebab anak-anak itu tidak sekolah diantaranya karena kurangnya dorongan dari orang tua, adanya pengaruh lingkungan membuat anak-anak malas sekolah dan sejumlah penyebab lainnya. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Penilaian itu disampaikan PAHAM Papua menyusul laporan polisi yang didaftarkan Mama Yasinta di Polda Metro…
Bagi masyarakat Kamoro, Karapao bukan sekadar selebrasi visual. Ini adalah poros warisan leluhur yang melilitkan…
Pemerintah Distrik Sentani terus bergerak melaksanakan program relokasi dan penataan ulang Pasar Lama Sentani, sebuah…
Menurutnya kejadian ini bermula saat beberapa warga sedang mencari ikan di sekitar Kali Ariyau sekitar…
Sengketa pergantian kepala kampung antara asosiasi 328 kampung dengan Pemkab Jayawijaya memasuki tahap akhir. Ya,…
Guna menjaga situasi kamtibmas yang ada di wilayah Kota Wamena, Polres Jayawijaya kembali melakukan razia…