Categories: MERAUKE

Sebut Infrastruktur di Merauke Rata-Rata Sudah Terhubung

MERAUKEBupati Merauke Drs Romanus Mbaraka, MT, menyebut infrastruktur di Kabupaten Merauke rata-rata hampir sudah terhubung.

‘’Rata-rata   insfrastruktur di Merauke telah terhubung, baik dari aspek darat, laut, udara maupoun dari aspek telekomunikasi. Kalau bapak ibu ada di Waan, Kontuar dan Padua, anda akan masih dapat sinyal di sana,’’ kata bupati Romanus Mbaraka, baru-baru ini.

Namun begitu, lanjutnya, yang masih minus, infrastrukturnya belum sampai pada pengaspalan adalah daerah-daerah distrik yang jauh dari interland kota. Seperti Okaba, Ngguti, Tubang .

Kemudian interland Kimaam, ada Tabonji, Ilwayab, Waan dan Dsitri Kontuar. ‘’Tapi mulai tahun 2023 dan 2024 ini, internal dalam distrik, kita mulai dengan pengaspalan. Itu yang  kita lakukan,’’ terangnya.

Sementara dari aspek pendidikan, ungkap Bupati Romanus Mbaraka bahwa ketersediaan prasarana hampir memadai di semua kampung yang terdiri dari 179 kampung. Aspek sarana prasarannya hampir memadai. Guru hampir terisi semua baik  sekolah yang memiliki 3 ruang kelas maupun sampai 6 kelas kelas.

‘’Tapi kendala yang kita alami bahwa  belum semua guru kita mengabdi dan bertugas di tempat, sehingga kedepan dengan hadirnya pemerintah provinsi, diharapkan manajemen kontrol terhadap petugas ASN menjadi sesuatu yang harus dikaji lebih jauh sehingga mereka yang ditugaskan baik sebagai guru, perawat akan betah mengabdi di daerah-daerah 3T tersebut,’’ harapnya.   

Sementara dari aspek kesehatan, bupati mamaprkan bahwa hampir di semua distrik tenaga medis terisi, sarana prasarannya sudah tersedia.

‘’Meski ada bangunannya yang sudah termakan usia dan ada yang baru dibangun tapi, tapi ini terus tumbuh,’’ tambahnya.

Bupati   Romanus Mbaraka menambahkan bahwa untuk performance bangunan di Merauke terus diperbaiki kualitasnya. Mulai dari jalan dengan menggunakan aspal jenis hotmix, kemudian bangunan gedung beton dengan menggunakan bahan untuk pasir dan kerikil dari luar Merauke.

Namun yang masih menjadi tantangan sangat besar adalah aspek pemberdayaan rakyat khusus orang asli Papua.

‘’Banyak sumber pendapatan orang asli Papua yang potensial tetapi pengembangan dan juga manajemen  pengelolaan yang dimiliki oleh orang kita sendiri perlu pendampingan dan pelatihan. Sehingga saya beberapa lakukan try out keluar, juga mempersiapkan SDM agar  OAP bisa sejajar dengan saudara-saudaranya yang lain,’’ pungkasnya. (ulo)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Persipura Lakukan Perombakan Besar-besaran

“Untuk saat ini semua masih bisa terjadi. Pemain asing yang pasti kita sedang mencari. Tiga-tiganya…

1 hour ago

DPR RI Didesak Bentuk Pansus Pantau Kerusakan Dampak PSN

Direktur Eksekutif POHR, Thomas Ch. Syufi, menegaskan bahwa karya tersebut bukan sekadar dokumenter biasa, melainkan…

2 hours ago

Hampir Tak Ada Wakil Rakyat yang Bicara Penolakan PSN

Menurutnya, film Pesta Babi membuka ruang diskusi publik terkait persoalan besar yang selama ini dirasakan…

3 hours ago

Keikhlasan Saat Situasi Ekonomi Kurang Bergairah Jadi Ujian Dalam Berkurban

Sejak pukul 05.30 WIT panitia hari-hari besar Islam (PHBI) Provinsi Papua sudah mempersiapkan tempat di…

4 hours ago

TPNPB Bertanggungjawab Atas Pembakaran Fasilitas Umum

TPNPB Kodap XVI Yahukimo juga lanjut Sebby mengancam akan terus melakukan patroli dan operasi terhadap…

5 hours ago

Empat WNA asal China Jadi Tersangka Kasus Tambang Ilegal di Nabire

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menetapkan empat warga negara asing (WNA) asal China sebagai tersangka dalam kasus…

12 hours ago