Categories: MERAUKE

ABK KM Merpati yang Terseret Arus Dipastikan Jatuh Terpeleset

MERAUKE- Anak Buah Kapal (ABK)  KM Merpati bernama Rudi (25), yang ditemukan meninggal dunia, dipastikan terpeleset dan jatuh ke Kali Kumbe.  Hal itu dipastikan dari hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik Satuan Polairud Resor Merauke terhadap 6 saksi, termasuk nahkoda.

‘’Korban dipastikan terpeleset sehingga jatuh dan tidak tertolong  karena derasnya arus surut Kali Kumbe saat itu,’’ kata Kapolres Merauke AKBP Sandi Sultan, SIK melalui Kasat Polairud  AKP Prih Sutejo, SH, saat ditemui di Mapolres Merauke, Selasa, (24/1), kemarin.

Dikatakan, saat itu korban akan mandi dan sedang berjalan, namun karena terpeleset sehingga terjatuh. Salah satu  teman korban sempat mengulurkan tangannya kepada korban, namun karena arus air yang surut saat itu cukup kuat  sehingga korban terbawa arus dan tidak dapat tertolong lagi.

Jenazah korban sendiri setelah berhasil ditemukan dibawa kembali ke kampung halamanya di Bogor, Jawa Barat dengan menggunakan penerbangan Lion Air, Selasa (24/1), kemarin.

    Kasat Polairud Prih Sutejo menjelaskan, rata-rata kapal cumi lebih banyak berlindung di Kali Kumbe karena di Kali Kumbe tersebut cukup aman dibandingkan dengan di Kali Maro.  ‘’Di sana agak aman, kapal kapal  cumi dan kapal ikan lainnya berlindung  saat cuaca di laut kurang bagus,’’ jelasnya.

Saat ini, jelas Kasat Polairud Pri Sutejo, sekitar 20 kapal cumi sedang berlabuh dan berlindung di Kali Kumbe tersebut. ‘’Mereka berlabuh di  tengah sungai  dan kalau cuaca di laut sudah bagus lagi maka mereka  berlayar kembali. Jadi mereka datang ke sana hanya untuk berlindung. Tapi kalau ada ABK-nya yang harus turun dari kapal, harus  melapor kepada petugas kita yang ada di Kumbe. Karena di sana, kita punya Pospolairud,’’tambahnya. (ulo/tho)   

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Dari Lab Sederhana di Dok II, Lahir Harapan Baru Tenaga Kesehatan Papua

“Kampus ini dibangun untuk menjawab masalah kesehatan di Papua yang belum selesai-selesai,” ungkap mantan Kepala…

54 minutes ago

Film Pesta Babi Bikin Publik Bertanya, Ada Apa dengan Papua?

Pemutaran film dokumenter Pesta Babi di Kedai Kopi One Milly, kawasan Skylan, Kota Jayapura, Selasa…

2 hours ago

LBH Papua: Dogiyai Berdarah, Pelanggaran HAM Berat!

LBH Papua menilai operasi penyisiran aparat keamanan di sejumlah wilayah Kabupaten Dogiyai setelah peristiwa tersebut…

3 hours ago

Di Sentani, Pejalan Kaki Tewas Akibat Tabrak Lari

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P Helan,melalui Kasat Lantas Polres Jayapura AKP Robertus Rengil menjelaskan korban…

4 hours ago

Lagi, Kantor Distrik Sentani Dipalang

Lagi-lagi Kantor Distrik Sentani di palang oleh pemilik hak ulayat,mereka menuntut Pemerintah Kabupaten Jayapura harus…

5 hours ago

Pertanyakan Kinerja Penyidik dan BPK yang Beri Opini WTP Kota Jayapura

Perkara yang menyeret mantan Bendahara SMA Negeri 4 Jayapura Parmi Milka Mugiutomo, sebagai terdakwa utama…

6 hours ago