

Para peserta seleksi Sekda Definitif Kabupaten Mimika tengah mendengarkan arahan dari Pj Sekda Mimika, Ida Wahyuni. (Foto: Cenderawasih Pos/Moh. Wahyu Welerubun).
MERAUKE- Ratusan kepala sekolah dan guru mulai dari tingkat SD, SMP, SMA-dan SMK se-Kabupaten Merauke yang tergabung dalam Korpri Kabupaten Merauke melakukan pertemuan di Hotel Carreinn Merauke, Selasa (16/04/2024).
Pertemuan tersebut terkait dengan masalah Tunjangan Tambahan Penghasilan (TPP) yang diberlakukan mulai tahun 2024. Dimana dalam TPP yang diberlakukan tersebut, guru yang belum lulus sertifikasi hanya diberikan TPP sebesar Rp 500 ribu. Sementara guru yang sudah sertifikasi sama sekali tidak mendapatkan TPP tersebut.
Seusai pertemuan tersebut, Wakil Ketua II PGRI Kabupaten Merauke Luckianus Liptiay, mengungkapkan bahwa pertemuan yang dilakukan tersebut untuk menyamakan presepsi dimana pihaknya tetap memperjuangkan hak-hak dari para guru tersebut.
‘’Kami tetap solid untuk memperjuangkan hak-hak kami yang disolimi. Kami akan memperjuangkan hak itu sampai kami dapat. Karena kami bagian ASN. Sesuai dengan UU dan regulasi yang berlaku bahwa guru-guru itu bagian dari ASN sehingga kami juga harus disejahterakan. Kami sepakat akan tetap melakukan pertemuan dengan pak bupati dalam minggu ini dan apabila pertemuan ini tidak terjadi bahwa teman-teman guru sudah sepakat bahwa kami akan melakukan gerakan terjelek diantara yang jelek dengan menutup sekolah,’’ kata Luckianus Liptiay.
Luckianus Liptiay menjelaskan bahwa meskipun nantinya sudah bertemu dengan orang nomor satu di Merauke dalam hal ini bupati Merauke, tapi jika tuntutan para guru tidak diakomodir maka pihaknya akan menutup sekolah.
‘’Sejak demo kemarin, kami sudah pertemuan sebanyak 4 kali. PGRI dan guru sudah pertemuan 4 kali untuk mencari solusi terbaik agar tidak ada yang dirugikan. Dan jika dari pertemuan-pertemuan yang kami lakukan itu tapi tidak ada respon dari pemerintah daerah yang merupakan wakil Allah maka kami akan melakukan yang terjelek dari yang jelek,’’ terangnya.
Luckianus menambahkan bahwa saat ini jumlah guru ASN maupun P3K yang ada di Kabupaten Merauke telah mencapai 2.686 orang mulai dari guru SD, SMP, SMA dan SMK. (ulo)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Kasus ini mencuat setelah pihak keluarga membuat laporan yang diwakili oleh Relawan Teras Peduli ke…
Menurut Thomas, pandangan yang disampaikan Komnas HAM merupakan isu yang sangat penting dan krusial dalam…
Dan kali ini bukan menjadi hal mengejutkan jika PDIP menolak program pemerintah pusat yakni Makan…
Kewenangan pengelolaan sekolah SMA/K di Papua seolah seperti permainan ping pong, antara pemerintah kabupaten/kota dengan…
Pernyataan ini menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan formal atau pemenuhan tradisi, melainkan komitmen jangka…
Dalam arahannya, Haris Yocku meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bergerak cepat melakukan penataan kawasan…