Charlie Salendiho menjelaskan, kedua kapal yang tengah dalam pemeriksaan pihaknya ini karena maslaha adminstrasi, bukan karena menyangkut muatan. Untuk kapal besi, salah satunya menyangkut izin radio yang digunakan belum diperpanjang. Sementara untuk kapal kayu juga menyangkut administrasi yang masih menggunakan Papua. Sementara sekarang sudah Provinsi Papua Selatan.
‘’Kita masih melakukan pemeriksaan. Dari pemeriksaan itu kemudian kita buat resume lalu kesimpulan. Sanksi apa yang akan diberikan. Apakah teguran secara lisan atau tertulis, tergantung dari pelanggaran yang dilakukan. Tapi, sepanjang pemeriksaan dilakukan, kapal tidak boleh berlayar,’’ katanya.
Dari catatan terhadap kedua kapal tersebut, tambah Charlie Salindeho, kedua kapal ini belum ditemukan adanya pelanggaran yang dilakukan dan masih cukup kooperatif.
‘’Kami juga meminta kepada seluruh pemilik kapal maupun Nahkoda kapal untuk selalu memperhatikan masalah perizinan. Semuanya harus dilengkapi. Termasuk karena kita sudah provinsi tersendiri, maka ini juga harus diperhatikan sehingga tidak menjadi kendala saat dalam dalam pelayaran,’’ tambahnya. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Pengadilan Militer III-19 Jayapura sebagai salah satu penyelenggara peradilan di tingkat pertama mempunyai tugas untuk…
Kepala Kejaksaan Negeri Merauke Dr. Paris Manalu, SH, MH, didampingi Kepala Seksi Pemulihan Aset Arief…
Saat ini, Pemerintah Kota Jayapura telah melantik sebanyak 26 pimpinan OPD sebagai pejabat definitif. Namun…
Plt Kepala PELNI Cabang Merauke Sandi mengungkapkan, KM Tatamailau yang tiba dan sandar di Dermaga…
Untuk itu, Rustan Saru meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jayapura agar segera melakukan evaluasi menyeluruh…
Ketua Panitia Pelaksana Soleman Jambormias didampingi Wakil Ketua dan Sekretaris Panitia kepada wartawan mengungkapkan, Sidang…