Categories: MERAUKE

Proses Belajar Mengajar SMA-SMK di Merauke Kembali 6 Hari Kerja

MERAUKE-  Jika selama ini SMA dan SMK menjalani  proses belajar mengajar 5 hari kerja (kurang lebih 3 tahun terakhir sejak kewenangan ditarik ke provinsi,red)  maka proses belajar mengajar tersebut di Merauke tersebut di Merauke dikembalikan ke-6  hari kerja.

   Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Merauke Stephanus Kapasiang, S.Pd, saat dihubungi  media ini membenarkan jika proses belajar mengajar untuk  SMA dan SMK yang tadinya   5 hari kerja menjadi  6 kerja  sama dengan SD dan SMP.

‘’Terhitung mulai tahun ajaran baru 2023/2024 ini, proses belajar mengajar di SMA-SMK menjadi 6 hari kerja,’’ kata Stefanus Kaphasiang, lewat telpon selulernya, Minggu (16/7).

Stefanus Kapasiang menjelaskan bahwa ada sejumlah alasan, proses belajar mengajar SMA-SMK di Merauke tersebut dikembalikan sesuai dengan kondisi daerah saat ini. Pertama, lanjut dia, ada  batas waktu untuk anak-anak mampu  menerima mata pelajaran yang diberikan bapak ibu guru tersebut.

‘’Kalau mereka sampai jam 4 sore, umumnya anak-anak kita tidak mampu lagi menerima  pelajaran yang diberikan oleh bapak ibu gurunya,’’ jelasnya.

Alasan lainnya, bahwa tidak semua orang tua mampu menyediakan uang makan bagi anaknya setiap hari sehingga  anak itu bisa bertahan di sekolah sampai pukul  16.00 WIT. 

‘’Ada yang pada pagi hari berangkat dari rumah  tanpa sarapan.  Apalagi kalau dia jauh dari orang tuanya. Jadi berbagai  pertimbangan harus kita lihat sehingga kita putuskan  untuk SMA dan SMK kembali  ke-6 hari kerja,’’ tandasnya.

Diketahui, untuk kewenangan pengelolaan SMA-SMK  telah dikembalikan dari provinsi ke kabupaten kota di Tanahh Papua sesuai dengan Peraturan  Pemerintah (PP) atas  UU Nomor 2 tahun 2021 tentang Otonomi Khusus Papua  jilid II.

Sementara itu, untuk  pembukaan tahun ajaran baru 2023/2024 yang dimulai hari ini, Senin (17/7), Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Merauke Stephanus Kapasiang akan membuka  secara resmi dipusatkan  di salah satu sekolah di Kumbe, Distrik Malid Merauke. ‘’Besok pagi kami akan buka secara resmi di salah satu sekolah di Kumbe pagi harinya,’’ tandas Stephanus  Kapasiang. (ulo)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Nasib Rahmad Darmawan Ditentukan Pekan Depan

Menurut RD, Manajer Persipura, Owen Rahadiyan telah menjalin komunikasi untuk mengadakan pertemuan tatap muka di…

5 hours ago

Lagi, 7 Jenazah Korban Jembatan Roboh Ditemukan

Kapolres Jayawijaya AKBP. Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK menyatakan sejak hari pertama kejadian, 6…

6 hours ago

Polda Papua Pastikan Seleksi Bintara Polri Transparan

Pelaksanaan tes akademik tersebut berlangsung di beberapa lokasi, di antaranya IPDN Papua, Ian Fattahul Muluk…

7 hours ago

Siap Bentuk Mutiara Digital di Batas Kota, Melawan Keterbatasan dengan Prestasi

Berbeda dengan sekolah-sekolah di jantung kota yang memiliki ribuan murid, SMKN 8 Jayapura memiliki jumlah…

8 hours ago

Abisai Rollo : Keberhasilan Implementasi Otsus Diukur dari Dampak yang Dirasakan Langsung oleh Warga Papua

Wali Kota Jayapura Abisai Rollo menegaskan, kepala daerah memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan seluruh…

9 hours ago

2027, Pemkam Holtekam Fokus Perkuat Ekonomi Masyarakat Berbasis Potensi Lokal

Pemerintah Kampung Holtekam akan memfokuskan program pembangunan tahun 2027 pada penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan…

10 hours ago