

Rakor pencegahan perkawinan anak yang dilakukan Pemerintah Provinsi Papua Selatan di kantor Gubernur Papua Selatan, Senin (13/4) (foto:Humas Biro Umum Setda Papsel/Cepos)
MERAUKE – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan, menggelar rapat koordinasi (rakor) pencegahan perkawinan anak, di Kantor Gubernur Papua Selatan, KTM Salor, Senin (13/4).
Rakor ini merupakan langkah penguatan program perlindungan anak khususnya strategi percepatan pencegahan perkawinan anak.
Mewakili Gubernur Apolo Safanpo, Asisten I Setda Papua Selatan, Agustinus Joko Guritno mengaku, acara itu penting lantaran sebagai orangtua dan Aparatur Sipil Negara (ASN) harus bisa menjamin kelangsungan hidup keluarga dan anak-anak dimasa mendatang.
Dengan demikian bisa hidup baik sebagai keluarga ditengah masyarakat, bisa bersosialisasi dan bertanggung jawab terhadap keluarganya. “Pada prinsipnya manusia itu makluk sosial, kita tidak bisa hidup sendiri,sejak lahir sampai meninggal membutuhkan bantuan orang lain,” kata Guritno.
Tetapi, kata dia, antara lahir hingga meninggal, banyak permasalahan dalam kehidupan. Pencegahan perkawinan pada usia dini perlu disampaikan kepada masyarakat karena pemerintah punya aturan dan undang-undang untuk melindungi anak dan perempuan.
Untuk itu, lanjut dia, peserta rakor diharapkan memberikan masukan dan saran agar dapat melahirkan rekomendasi kepada pemerintah maupun pihak terkait yang berkepentingan untuk masyarakat.
Page: 1 2
Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…
Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…
Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…
Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…
Banyak sekali kebun yang dibuat oleh warga. Lokasi yang harusnya ditumbuhi pepohonan besar tiba-tiba berubah…