

Tampak sesosok mayat pria di tengah jalan di poros Jalan Trans Papua, Kampung Wasur II, Distrik Merauke yang ditemukan warga tanpa busana, Senin (14/11), kemarin. (FOTO: Sulo/Cepos )
MERAUKE- Masyarakat yang ada di Kampung Wasur II, Distrik Merauke dikagetkan dengan penemuan sesosok mayat pria yang berada di tengah poros Jalan Trans Papua di Kampung Wasur II, Distrik Merauke, Senin (14/11) sekitar pukul 04.30 WIT.
Saat ditemukan, lelaki yang belakangan diketahui bernama Bernard tersebut sudah tak bernyawa dan dalam posisi tanpa berbusana sehelai kain. Belum diketahui penyebab kematian korban tersebut.
Kapolres Merauke AKBP Sandi Sultan, SIK melalui Kasie Humas AKP Ahmad Nurung, SH, kepada wartawan kepada wartawan membenarkan penemuan mayat tersebut. Ahmad Nurung mengungkapkan, mayat tersebut pertama kalinya ditemukan seorang warga bernama Sugito yang saat itu dari rumahnya menuju masjid untuk salat subuh dan menemukan sesosok mayat yang tergeletak di jalan Trans Papua Wasur II dekat Masjid Al- Mu’minun sekitar pukul 04.30 WIT, atau mayat tersebut berada sekitar 75 meter dari rumah saksi dengan kondisi tanpa busana.
Kasie Humas Ahmad Nurung mengungkapkan, setelah mendapat laporan, pihaknya lewat Tim Inafis Polres Merauke turun ke lapangan kemudian melakukan olah TKP dan membawa mayat itu ke kamar mayat RSUD Merauke untuk dilakukan visum.
‘’Kasus penemuan mayat ini masih dalam penyelidikan. Kita belum mengetahui apa penyebab korban meninggal dunia. Sementara ini masih dalam penyelidikan kepolisian,’’ terangnya. Iapun berharap kepada masyarakat Merauke yang kehilangan anggota keluarganya atau yang mengetahui identitas korban tersebut untuk segera melaporkan ke pihaknya.
‘’Saat ini mayat korban masih di RSUD Merauke untuk dilakukan visum sekaligus menunggu pihak keluarga dari korban ini,’’pungkasnya. (ulo/tho)
Enam langkah itu meliputi pelaksanaan operasi pasar murah secara berkala untuk menjaga keterjangkauan harga, inspeksi…
Pertemuan berlangsung penuh harapan dan suasana emosional, karena para tenaga K2 asli Port Numbay merasa…
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan penolakan tegas terhadap draft Rancangan Undang-Undang Hak…
Terobosan baru yang dihadirkan Pemerintah Kota Jayapura melalui Disdukcapil bekerja sama dengan Pengadilan Negeri (PN)…
Menurut Abisai Rollo, keberadaan para Ondoafi memiliki posisi yang sangat penting karena mereka merupakan pemilik…
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari besarnya proyek nasional maupun investasi yang masuk,…